Pemkab Sumenep Bantah Kabar Pesawat Jatuh

Amaluddin    •    Senin, 26 Sep 2016 14:19 WIB
pesawat jatuh
Pemkab Sumenep Bantah Kabar Pesawat Jatuh
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Surabaya: Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Sumenep, Didik Suyuti, menyatakan tidak ada pesawat jatuh di wilayahnya. 

Menurutnya, informasi tentang pesawat jatuh di Desa Lombang Pulau Giliraja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, adalah kabar palsu.

Baca: Benda Misterius Ditemukan di Pulau Gili Genting

"Saya sudah berkoordinasi dengan seluruh seluruh Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) Kabupaten Sumenep, kami nyatakan sampai saat ini tidak ada pesawat jatuh," jelas Didik, dikonfirmasi melalui sambungan selulernya dari Surabaya, Senin (26/9/2016).

Meski demikian, Didik tak membantah ada serpihan di lokasi tempat dikabarkan adanya pesawat jatuh. Namun, kata Didik, serpihan tersebut bukan serpihan pesawat, melainkan serpihan benda lainnya. 

Baca: Angkasa Pura Bantah Ada Pesawat Jatuh

"Untuk lebih jelasnya, kami masih akan melihat ke lokasi langsung. Tapi hasil koordinasi, serpihan itu bukan benda dari pesawat," katanya.

Selain berkoordinasi dengan SKPD, Didik mengaku juga melakukan komunikasi dengan pihak bandara. Hingga saat ini, aktivitas penerbangan di otoritas Sumenep berjalan normal.

"Penerbangan pesawat berjalan normal seperti hari-hari biasa, karena memang tidak ada pesawat yang jatuh," jelasnya. 

Senada juga disampaikan Staf Humas Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Surabaya, Surya. Dia menegaskan bahwa tidak ada maskapai apapun yang jatuh di Jatim.

"Informasi adanya pesawat jatuh itu tidak benar. Semua maskapai berjalan normal, terkait benda yang jatuh itu masih kita dalami," imbuhnya.

Beredar informasi sekitar pukul 10.00 WIB sebuah pesawat jatuh di Desa Lombang, Pulau Giliraja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura. Informasi tersebut menyatakan badan pesawat jatuh ke laut sementara salah satu bagian pesawat jatuh di kandang sapi milik warga setempat.


(SAN)