Pembangunan Trem di Surabaya Tunggu Rekomendasi Menhub

Amaluddin    •    Selasa, 27 Sep 2016 14:39 WIB
angkutan umum
Pembangunan Trem di Surabaya Tunggu Rekomendasi Menhub
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: MI/M Irfan)

Metrotvnews.com, Surabaya: Megaproyek angkutan massal berupa trem atau kereta bertenaga listrik dalam kota di Surabaya, Jawa timur, masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Perhubungan untuk memulai pembangunan trem.

"Saya sudah bertemu dengan pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi). Beliau akan membahas dengan timnya. Mudah-mudahan rekomendasinya segera turun dan bukan MRT. Karena Surabaya tidak punya uang," kata Tri Rismaharini, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016).

Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, berharap Kementerian Perhubungan mengeluarkan rekomendasi pembangunan trem bukan mass rapid transit (MRT). Alasannya, pembangunan trem relatif lebih murah dari pada MRT, baik dari segi pembangunan maupun perawatannya.

"Kalau MRT sebagian jalurnya dibangun di bawah tanah. Biayanya terlalu mahal. Kalau jalur trem hanya memanfaatkan sebagian bidang jalan raya. Sehingga biaya dalam pembangunannya akan lebih murah dibanding MRT," kata dia.

Selain itu, kata Risma, kontrol dan pengawasan MRT lebih sulit dari pada trem. Lain halnya dengan trem yang berada di permukaan tanah, membuatnya relatih mudah dipantau. "Kenapa saya tidak mau MRT karena itu mahal sekali. Kalau trem, Insha Allah lebih murah. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana mengalihkan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," ujar dia.

Untuk membangun trem, Pemerintah Kota Surabaya saat ini masih menunggu rekomendasi dari tim pengkaji Kemenhub. Setelah rekomedasi turun, pembangunan trem akan segera dimulai. "Pak menteri (Budi Karya Sumadi) belum mengusai trem. Kami masih menunggu hasil kajian dari tim pengkaji. Kalau keingginan saya, dua hingga tiga tahun ke depan sudah bisa dioperasikan trem. Karena disaat itu Surabaya sudah padat sekali dan memerlukan transportasi massal," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji ulang keberadaan trem di Surabaya. Moda transportasi yang dianggapnya hanya sekadar nostalgia ini masih akan dikaji efektivitasnya dalam mengurai kemacetan di Surabaya.


(TTD)