Setelah Jual Motor, Pencuri Sewa Apartemen Senilai Rp7 Juta per Bulan

Nurul Hidayat    •    Rabu, 28 Sep 2016 18:04 WIB
pencurian
Setelah Jual Motor, Pencuri Sewa Apartemen Senilai Rp7 Juta per Bulan
Kapolres Mojokerto melakukan gelar perkara kasus pencurian sepeda motor, MTVN - Nurul Hidyaat

Metrotvnews.com, Mojokerto: Kelompok pencuri sepeda motor bersembunyi di sebuah apartemen di Surabaya, Jawa Timur, usai menjalankan aksi. Namun persembunyian mereka terbongkar sehingga polisi dapat membekuk kelompok tersebut.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiarja, mengatakan para pencuri biasa beraksi di Mojokerto, Jawa Timur. Setelah beraksi, mereka mencuri sepeda motor lalu menjual kendaraan tersebut.

Budiarja mengatakan pelaku terdiri dari tiga orang yaitu FA, 16; Abdul Waris, 21; dan Faris, 19. Ketiganya merupakan warga Pamekasan yang sudah 10 kali mencuri sepeda motor di Mojokerto.

"Kemudian hasil jual motor curian digunakan untuk membayar sewa apartemen seharga Rp7 juta per bulan," kata Budiarja dalam gelar perkara di Mapolres Mojokerto, Rabu (28/9/2016).

Budiarja menilai apartemen tersebut mewah. Mereka menyewa sebuah unit di lantai 17 Apartemen Gunawangsa Sukolilo, Surabaya.

Polisi menyelidiki mereka setelah mendapat laporan dari beberapa korban pencurian sepeda motor. Setelah pendalaman, polisi menyelidiki tiga orang tersebut.

Kemudian pekan lalu, polisi membekuk mereka di apartemen tersebut. Mereka ditemukan bersembunyi di dua kamar dalam unit apartemen itu.

Saat beraksi, ketiga pelaku berbagi peran. FA yang usianya lebih muda berperan untuk mengawasi lokasi kejadian. 

Setelah mendapatkan sepeda motor, mereka menjual barang curian itu ke penadah di Sampang dan Pamekasan. Harga jual bervariasi mulai Rp3 juta hingga Rp5 juta per unit.

Dari aksi itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya yaitu kunci set lengkap, obeng, tas pinggang, dan sepeda motor milik tersangka.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara," pungkas Kapolres.


(RRN)