Bakal Calon Bupati Mesuji Belajar Cara Mencuri Hati a la Risma

Amaluddin    •    Senin, 03 Oct 2016 18:18 WIB
pilkada
Bakal Calon Bupati Mesuji Belajar Cara Mencuri Hati a la Risma
Risma berbincang dengan bakal calon bupati Mesuji di Balai Kota Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Febrina Lesisie Tantina, mendatangi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Febrina merupakan bakal calon bupati Mesuji, Lampung, yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017.

Senin siang 3 Oktober, Febrina mendatangi Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia mengaku hendak mendatangi Wali Kota yang akrab disapa Risma itu.

Bagi Febrina, Risma merupakan sosok kepala daerah yang menginspirasi perempuan. Ia ingin belajar langsung dari Risma soal ilmu tentang tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

"Intinya saya ingin belajar ke Bu Risma, khususnya tentang pengelolaan pemerintah yang baik," kata Febrina yang datang dengan mengenakan kerudung berwarna ungu bermotif bunga-bunga.


(Risma dan Febriana berfoto bersama di Balai Kota Surabaya, MTVN - Amaluddin)

Risma pun berbagi tips. Salah satunya yaitu tidak bosan menyapa warga. Mendengarkan masalah langsung dari warga merupakan solusi paling jitu untuk menjalankan roda pemerintahan.

"Jika kita berjuang untuk kemajuan kota atau kabupaten, pasti warga akan mendukung," pesan Risma pada Febriana.

Politik uang, lanjut Risma, sangat mungkin terjadi dalam 'pertarungan' Pilkada. Namun, Risma mengingatkan masyarakat sudah dewasa dan pintar untuk memilih pemimpin.

"Sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan cara curang dalam pemilihan kepala daerah, masyarakat sudah pintar. Dan yakinlah bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan," kata Risma.

Febriana merupakan salah satu bakal calon yang melaju dalam Pilkada Mesuji. Febriana berpasangan dengan M Adam Ishak yang mendapat dukungan dari PDI Perjuangan dan Hanura.

Pasangan lain yang mendaftar ke KPU Mesuji adalah bakal calon petahana Khamamik yang berpasangan dengan Sapli. Pasangan tersebut mendapat dukungan dari Partai NasDem yang berkoalisi dengan Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, dan PAN. 



(RRN)