Anak Dipiting Guru Les, Orang Tua Melapor ke Polisi

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 29 Sep 2016 17:47 WIB
kekerasan fisik
Anak Dipiting Guru Les, Orang Tua Melapor ke Polisi
Ibu korban, Johanna Cicilia (menggendong korban), saat menunjukkan bukti laporan ke polisi, Kamis (29/9/2016). Foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kasus orang tua melaporkan guru ke polisi semakin berderet di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kali ini datang dari orang tua siswa asal Pondok Tjandra Waru.

Atik Dian Anggraeni, 26, asal Kota Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi karena diduga memiting leher HD, 5 tahun, anak dari Andrew Paul Octavianus, warga Pondok Tjandra Waru, Kabupaten Sidoarjo. 

Dian dilaporkan ke polisi pada Rabu 8 Juni 2016. Laporan itu berdasarkan Surat Laporan Polisi nomor: LP/363/VI/2016/Jatim/RES SDA/ Sek WRU atas tindakan penganiayaan anak di bawah umur.

"Saat itu saya sedang mengantarkan istri berobat ke Jakarta. Sesampainya di rumah, kami menemukan bibir HD berdarah dan hampir seluruh tubuhnya lebam," ujar Andrew, ditemui Kamis (29/9/2016). 

Sebelum melapor, Andrew sempat bertanya apa yang membuat anaknya terluka. "Anak saya menjawab bahwa itu dilakukan guru lesnya," kata Andrew. 

Mendengar pengakuan anaknya, Andrew lantas menghubungi Dian. "Kamu apa kan anak saya? Tapi dia mengaku tidak memperlakukan apa-apa," ujarnya. 

Tak percaya, Andrew langsung membuka dokumentasi CCTV yang terpasang di kamar anaknya. Dari proses belajar selama 60 menit, sekitar 10 menit sebelum usai Dian mencubit serta memiting leher HD. Dian juga terlihat menampar pipi korban. 

"Dari tayangan itu kita langsung menuju ke Polsek Waru melaporkan kasus ini," sambung Jhohanna Cicilia, ibu korban. 

Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro, membenarkan kejadian ini. Polisi berencana melanjutkan kasus ini karena mediasi yang sudah diusahakan tiga kali selalu gagal. 

"Sudah tiga kali dimediasi, tapi pelapor tetap melanjutkan perkaranya. Jadi, diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Untoro. Kini, berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

 


(UWA)