Pemerintah Diingatkan soal Peraturan Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS

Nurul Hidayat    •    Senin, 07 May 2018 15:39 WIB
tenaga honorer
Pemerintah Diingatkan soal Peraturan Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS
Sejumlah tenaga honorer berunjuk rasa di Palu, Sulteng, Senin 13 November 2017, menuntut peningkatan status dan kesejahteraan, Ant - M Hamzah

Jombang: Ratusan tenaga honorer di Jombang, Jawa Timur, akan segera mendatangi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Mereka akan bernegosiasi soal pengangkatan guru pegawai negeri sipil (PNS) melalui tes.

Koordinator Honorer K2 Jombang Ipung Kurniawan mengatakan aksi tenaga honorer itu untuk mengingatkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan guru honorer menjadi PNS. Di dalam peraturan itu, pegawai honorer diangkat secara bertahap.

"Tujuannya memenuhu kebutuhan PNS di instansi yang memerlukan," ungkap Ipung di Jombang, Senin, 7 Mei 2018.

Ipung mengatakan aksi itu sebagai respon dari pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur sepekan lalu. Bagi honorer yang ingin terangkat statusnya, dipersilakan mengikuti rangkaian tes pada proses seleksi.

Baca: Tenaga Honorer Wajib Ikut Seleksi CPNS

Ipung mengatakan kedatangan mereka ke Kemenkumham lantaran kecewa dengan sikap pemerintah terhadap nasib tenaga honorer. Mereka, lanjut Ipung, sudah berulang kali audiensi dengan Komisi II DPR RI.

"Pada Desember 2015, kami sudah dijanjikan bahwa K2 (tenaga honorer yang bertugas sejak sebelum 2005), akan diangkat menjadi PNS. Namun hingga kini tidak ada realisasinya saat itu Menpan-RB masih Yuddy Chrisnandi," tegasnya.

Jika laporan tersebut tidak membuahkan hasil, maka honorer K2 seluruh Indonesia sudah siap untuk melaksanakan aksi demo besar-besaran di Jakarta untuk memperjuangkan nasib honorer K2 menjadi PNS.

Di Kabupaten Jombang, 872 guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap yang tergabung dalam honorer K2. Mereka bertugas sejak 13 tahun lalu, bahkan lebih, dan masih masih berstatus sebagai tenaga honorer.


(RRN)