Siswa Pengedar Pil Koplo Ikut UNBK

Kusbandono    •    Senin, 09 Apr 2018 16:35 WIB
ujian nasional sma
Siswa Pengedar Pil Koplo Ikut UNBK
Ilustrasi. Sejumlah siswa binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Blitar menaiki mobil tahanan lapas setelah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (ANT/IRFAN ANSHORI)

Banyuwangi: Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA hari pertama diikuti seluruh siswa di Jawa Timur. Tak terkecuali AWS, 18, salah satu siswa kelas XII SMA di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, yang kini ditahan polisi karena mengedarkan pil koplo.

Meski menyandang status tahanan Polsek Glenmore, siswa asal Desa Karangharjo ini tetap berkesempatan mengikuti UNBK.

AWS masih tercatat sebagai siswa SMA PGRI 10 Glenmore. Ia datang ke sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Berbeda dengan siswa lainnya, AWS dikawal dua polisi saat tiba di sekolah. 

Kepala Sekolah SMA PGRI 10 Glenmore,  Helmi Suhartono, mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat permohonan secara resmi ke pihak Polsek Glenmore agar AWS tetap bisa melaksanakan UNBK. 

"Dia mengikuti sampai selesai dengan dikawal petugas," ucap Helmi saat dihubungi Medcom.id, Senin 9 April 2018. 

Helmi menyatakan, tidak ada perlakuan khusus untuk AWS. Ia tetap melaksanakan ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan. AWS menguikuti sesi ke dua UNBK, mulai jam 10.30 - 12.30 WIB. 

Sesuai jadwal, pelaksanaan UNBK SMA berlangsung selama empat hari. Helmi memastikan, AWS tetap bisa mengikuti jalannya UNBK hingga hari terakhir. 

"Yang bersangkutan akan tetap datang ke sekolah. Cuma akan diantar-jemput dari kepolisan," terang Helmi.

AWS dibekuk unit Reserse Kriminal Polsek Glenmore, Banyuwangi, pada Kamis, 5 April 2018, lalu. AWS ditangkap petugas karena mengedarkan pil koplo jenis Trihexyphenidyl.

Dari AWS, petugas menyita 150 butir pil Trex dan uang tunai Rp10 ribu yang di duga hasil dari penjualan. Walhasil, AWS dijerat Pasal 197 sub Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 


(LDS)