PT CKS Sebut Ada Calon TKW Ingin Pulang Gratis

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 18 Apr 2018 16:25 WIB
tki bermasalah
PT CKS Sebut Ada Calon TKW Ingin Pulang Gratis
Suasana di depan Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT CKS yang diduga menelantarkan TKW asal NTB di Malang, Jatim, Selasa, 17 April 2018, Medcom.id - Daviq

Malang: Perusahaan Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Central Karya Semesta (PT CKS) Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan calon tenaga kerja wanita (TKW) yang ingin pulang kampung harus melunasi biaya penempatan. Kesepakatan itu ditandatangani dan disahkan kantor Dinas Ketenagakerjaan di daerah tempat tinggal calon TKW.

Kepala Cabang PT CKS Kota Malang Luna Maya mengaku sudah mengetahui soal pemberitaan yang menuliskan pengakuan calon TKW ditempatkan di penampungan dengan ruang pengap dan tertutup. Menurut Luna, berita yang ditulis Medcom.id pada 17 April 2018 itu bukan kali pertama.

Baca: TKW Mengaku Ditampung di Ruang Pengap di Malang

"Sebelumnya, kasus serupa sudah ada. Ada TKW yang memberitakan itu, viral, lalu pulang tanpa membayar (biaya penempatan). Jadi ini (berita pada 17 April 2018) efek dari berita tersebut. Teman-temannya pada mengikuti. Caranya melapor ke sana-sini, viral, lalu bisa pulang tanpa bayar," kata Luna di Malang, Rabu, 18 April 2018.

Luna mengaku akan mengikuti peraturan pemerintah. Harusnya, ujar Luna, calon TKW pun dapat menepati perjanjian soal biaya penempatan.

"Kalau dari awal sudah komitmen tanda tangan perjanjian penempatan ya harus ditepati. Kalau mau mengundurkan diri atau pulang ya kita berpatokan pada peraturan pemerintah," bebernya.

PT CKS juga memuji kinerja pemerintah dalam menengahi permasalahan ini. Salah satunya dengan dilakukan pemeriksaan oleh Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Malang, Selasa 17 April 2018. 

"Bagus, pemerintah sangat mendukung. Kita ini kan perusahaan resmi dan sudah mengikuti aturan. Jadi tidak perlu khawatir. Kalau memang benar kami menganiaya TKW, pasti kemaren kami sudah langsung di proses sama P4TKI," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator P4TKI Malang, Muhammad Iqbal mengatakan ada beberapa prosedural yang harus dijalani apabila TKW ingin mengundukan diri. 

Hal itu sesuai dengan perjanjian penempatan yang telah ditandatangani dan disahkan oleh kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat sesuai domisili TKI.

"Ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan terutama di pasal 15-16. Yakni apabila TKI mengundurkan diri dia harus melunasi biaya penempatan yang sudah dikeluarkan disertai dengan bukti bukti yang sah dari PT. Jadi PT juga tidak boleh meminta dengan sembarangan," katanya, Selasa 17 April 2018.

Nominal biaya tersebut muncul setelah melalui proses penghitungan. Jumlah nominal yang harus dibayarkan masing-masing TKW pun berbeda-beda. Sebab, waktu nominal tersebut dihitung sesuai interval masuknya TKW ke penampungan.

Saat ini, Iqbal mengaku pihaknya telah meminta PT CKS untuk segera menyelesaikan masalah ini. Sehingga kabar TKW terlantar tidak berkembang kemana-mana dan menimbulkan kegaduhan.

"Ini tentunya akan kita monitor. Saya minta harus segera ditindak lanjuti oleh PT. Tadi saya belum sampai membahas ke arah nominal karena sudah terlalu sore," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 20 TKW asal Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta untuk dipulangkan ke kampung halamannya karena merasa ditelantarkan oleh PT CKS. Mereka mengaku ditampung berbulan-bulan di ruang tertutup dan pengap.

Selain itu, para TKW mengaku PT CKS tak kunjung memberi kejelasan soal keberangkatan mereka ke luar negeri. Padahal sesuai dengan kontrak yang ditandatangani, mereka maksimal tinggal di penampungan tiga bulan dan langsung bisa diberangkatkan.



(RRN)