Syarat Penerimaan CPNS Dianggap Menzalimi Honorer

Rahmatullah    •    Selasa, 18 Sep 2018 20:22 WIB
tenaga honorer
Syarat Penerimaan CPNS Dianggap Menzalimi Honorer
Ilustrasi: Demo guru honorer tuntut diangkat jadi PNS di Kudus, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani

Sumenep: Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 tidak menjawab kegelisahan tenaga honorer. Persyaratan CPNS yang membatasi usia dianggap menzalimi honorer, karena tidak semua honorer bisa mendaftar.

"Bagi honorer yang berumur di atas 35 tahun, berarti tidak bisa diakomodir. Ini namanya menzalimi kami," ungkap Ketua Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) Kabupaten Sumenep, Abd Rahman, Selasa, 18 September 2018.

Pendaftaran CPNS tahun ini mestinya menjadi pintu masuk honorer diangkat PNS. Tapi pembatasan umur tersebut menjadi ganjalan utama honorer menjadi abdi negara. Bahkan dia menyebut, harusnya tidak usah ada tes bagi honorer untuk jadi PNS karena pengabdian honorer sudah lama.

"Kita sudah lama membantu kerja pemerintah, dan sudah berpengalaman, sehingga mestinya ya tidak usah lagi ada tes. Tes itu bisa dilakukan untuk yang baru lulus kuliah," ungkap Rahman.

Rahman pun memastikan honorer menolak pembatasan usia itu. Sebagai bentuk konkretnya, dia memastikan ribuan honorer di Sumenep akan menggelar aksi pada hari Kamis ini, 20 September 2018. Titik pusat aksi di kantor DPRD setempat.

Dalam aksi tersebut rencananya akan ada penandatanganan berkas bersama antara honorer, pihak legislatif dan eksekutif. Isinya penolakan kebijakan persyaratan CPNS 2018. Lalu berkas tersebut akan dikirim ke Presiden RI, Menpan RB, BKN dan DPR RI.

Bila tetap tidak ada respon positif dari pemerintah setelah aksi, Rahman mengatakan honorer akan mogok kerja. Dia menunggu instruksi pengurus pusat Forum Honorer soal aksi mogok kerja tersebut.


(SUR)