Mapolresta Sidoarjo Buka Crisis Center First Travel

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 30 Aug 2017 21:46 WIB
kemelut first travel
Mapolresta Sidoarjo Buka Crisis Center First Travel
Warga melaporkan PT. First Travel cabang Sidoarjo ke crisis center di Mapolresta Sidoarjo. Foto: MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Mapolresta Sidoarjo membuka crisis center (pusat pengaduan) korban First Travel di ruang sentral pelayanan kepolisian Terpadu (SPKT). Hingga sore ini, ada sekitar 15 orang yang melaporkan manajemen PT. First Travel.

"Sampai hari ini, jumlah total yang melaporkan ada sekitar 24 orang," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, Rabu, 30 Agustus 2017.

Menurutnya, posko pengaduan akan terus dibuka untuk menerima pengaduan korban PT. First Travel. Selanjutnya pihak kepolisian akan mengklarifikasi ke pihak manajemen.

"Ada sebagian pelapor yang sudah membawa bukti-bukti. Ada juga yang tidak ada buktinya. Seperti tiket, tanda terima transfer, paspor dan lain-lain," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap membuat laporan bagi korban yang sudah lengkap berikut bukti-buktinya. Dari 25 orang yang melakukan pengaduan, ada sekitar 2 CJH yang dibuatkan laporan polisi.

"Pada saat melapor sebaiknya para korban First Travel ini melengkapi data diri, saat ini kita baru menerima laporan, belum memeriksa saksi-saksi," tandasnya.

Dalam pengembangannya, pihaknya masih menelusuri lebih jauh tentang tindak penipuan yang dilakukan PT. First Travel cabang Sidoarjo. Alasannya, permasalahan yang terjadi di Jawa Timur hampir sama dengan persoalan yang ada di Jakarta.

"Kita analisa dulu, bagaimana peran pihak cabang ini. Kalau dana umroh sudah masuk ke pusat, bisa jadi nanti penyelidikannya Bareskrim polri. Begitu juga sebaliknya," tandasnya.


(SUR)