Peminat Masuk SD Negeri di Kabupaten Malang Turun

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 20 Jul 2017 13:18 WIB
pendidikan
Peminat Masuk SD Negeri di Kabupaten Malang Turun
Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono bersama staffnya melakukan pembahasan kondisi SDN Kabupaten Malang yang kekurangan murid.

Metrotvnews.com, Malang: Memasuki tahun ajaran baru 2017- 2018, jumlah siswa sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Malang mengalami penurunan. Turunnya  jumlah siswa baru SDN utamanya terjadi di daerah pinggiran.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono mengatakan, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SDN, jumlah penurunan siswa baru cukup terasa. Seperti yang terjadi di SDN Sidorejo 1 Pegelaran, yang lulus ada 18 siswa yang masuk daftar hanya 11 siswa.

"Kalau tidak segera ada solusi maka kedepan sekolah ini bisa saja selesai (bubar),"  ujar Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet kepada Metrotvnews.com, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Jalan Raya Panarukan, Kamis 20 Juli 2017.

Slamet mengakui tahun ini persaingan SDN, SD swasta dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) cukup ketat. "Di Desa Talok itu yang masuk SDN hanya 25 siswa, sementara yang masuk di MI ada 125 siswa," imbuh Slamet.

Secara keseluruhan jumlah Siswa SD di Kabupaten Malang, baik negeri maupun swasta tahun ini mencapai 183 ribu siswa. Di tahun 2016-2017 jumlah siswa SDN yang lulus sebanyak 30.195 siswa.

"Jika merujuk pada angka idealnya, minimal seharusnya jumlah siswa  yang masuk sama dengan jumlah lulusan yakni 30.195 siswa," terang Slamet.

Walaupun belum diketahui angka pastinya, Slamet menyebut rata-rata jumlah murid SDN turun hingga 30-40 persen. Dibanding jumlah siswa yang lulus.

Slamet mengatakan, sebenarnya fasilitas di SDN tidak kalah dengan sekolah swasta. Dia berharap Kepala SDN bisa lebih aktif lagi dalam melaksanakan visi dan misi, serta gencar melakukan promosi sekolah.

"Fasilitas sudah baik, tapi persaingan SDM-nya yang berbeda. Swasta begitu getolnya menjual mutu di sekolah mereka pada masyarakat. Sementara di SDN kurang menerapkan hal ini," tutur Pria asal Poncokusomo tersebut.

Sementara itu, Bupati Malang Rendra Kresna berharap pihak sekolah bisa membuat siswa nyaman belajar sebagaimana mestinya.

"Buatlah anak-anak itu senyaman mungkin untuk belajar di sekolah yang baru," kata Rendra.

Bupati Malang itu berharap semua anak usia sekolah bisa mendapatkan peluang yang sama satu sama lain. Polemik PPDB mulai dari aturan zonasi, jalur mandiri, jalur prestasi, hingga ketidak merataan pagu penerimaan segera bisa dievaluasi.

"Masalah muncul karena sistem- sistem tersebut baru pertamakali diterapkan di Kabupaten. Tahun depan saya berharap permasalahan seperti ini bisa diantisipasi oleh pemerintah dan sekolah," pungkas Ketua DPW Partai Nasional Demokrat Jawa Timur tersebut.


(ALB)