!.000 Shelter dan Lahan Pertanian Disiapkan untuk Pengungsi Rohingya

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 22 Sep 2017 08:09 WIB
pengungsi rohingya
!.000 Shelter dan Lahan Pertanian Disiapkan untuk Pengungsi Rohingya
Bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. (MTVN/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Surabaya: Lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Kementerian Sosial berencana membangun 1.000 unit shelter bagi pengungsi Rohingya yang mengungsi di perbatasan Bangladesh - Myanmar. Bahkan, Kemensos juga akan menyiapkan 1.000 lahan untuk pertanian para pengungsi.

"Dalam waktu dekat kami akan berkunjung kesana," kata Presiden ACT, Ahyudin, Kamis, 21 September 2017.

Dalam kunjungannya tersebut, pihaknya ingin melihat langsung persiapan pembangunan shelter. Program pengadaan 1.000 unit lahan shelter tak lain untuk tempat tinggal para pengungsi.

"Selain pangan, kebutuhan yang paling mendesak bagi mereka adalah tempat tinggal. Terus terang kami merasa prihatin dengan kondisi mereka," ujarnya.

Dalam waktu dekat program tersebut akan segera diluncurkan. Selain hunian nyaman, Kemensos juga akan menyiapkan lahan untuk pertanian para pengungsi. Hal itu untuk menunjang perekonomian para pengungsi.

"Jumlahnya juga 1.000 lahan pertanian. Memang, kami rencanakan itu supaya kehidupan para pengungsi tidak hanya bergantung pada bantuan. Sehingga kedepan mereka bisa mencari penghasilan sendiri dari hasil bertani," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, lahan pertanian sengaja disiapkan untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka. 

"Saya sudah punya rencana dengan Pak Ahyudin, ingin melihat langsung bagaimana proses persiapan shelter di sana. Begitu juga komunikasi dengan teman-teman yang lain. Karena untuk persiapan shelter, sekolah, maupun lahan pertanian, saya rasa juga harus disupport oleh produktivitas mereka," tegas Khofifah. 


(LDS)