Pengungsi Rakhine Butuh Pangan, Suplemen, Shelter, dan Pakaian

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 21 Sep 2017 15:40 WIB
pengungsi rohingya
Pengungsi Rakhine Butuh Pangan, Suplemen, Shelter, dan Pakaian
Kapal mengangkut 2.000 ton beras dari Surabaya untuk pengungsi Rakhine di Bangladesh, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Warga korban kekerasan di Rakhine, Myanmar, membutuhkan empat jenis bantuan. Hal itu disampaikan Presiden Aksi Tanggap Cepat (ACT) Ahyudin usai berkoordinasi dengan timnya yang kini berada di pengungsian warga Rakhine di Bangladesh.

Ahyudin mengatakan warga Rakhine kini mengungsi di Bangladesh. Mereka tak hanya membutuhkan pangan. Mereka juga membutuhkan suplemen, tempat bernaung atau shelter, dan pakaian.

Untuk bantuan pangan, lanjut Ahyudin, ACT mengirimkan 2.000 ton beras ke Myanmar. Pengiriman dilakukan dengan Kapal Kemanusian untuk Rohingya yang berlayar dari Terminal Peti Kemas Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Kamis 21 September 2017.

Ahyudin mengaku mendapat informasi mengenai kondisi pengungsi. Mereka dalam kondisi memprihatinkan.


(Menteri Sosial dan beberapa pejabat memantau kapal yang mengangkut bantuan pangan untuk pengungsi Rakhine, MTVN - Hadi)

"Banyak dari mereka yang terlihat ketakutan dan lunglai, tak terkecuali kalangan anak-anak," ungkap  Ahyudin.

Ahyudin mengapresiasi perhatian warga Indonesia terhadap pengungsi Rakhine. Bantuan yang disalurkan ACT dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat Indonesia.

"Sasaran bantuan yaitu pengungsi di Bangladesh, bukan Myanmar. Karena yang di Myanmar, kami masih kesulitan akses untuk memasok bantuan," ujar Ahyudin.

Menurutnya, bukan tentang menghitung berapa jumlah panen beras yang diproduksi dalam satu wilayah, bukan pula tentang urusan jual beli beras yang hanya berakhir pada cerita antara si penjual dan pembeli. Namun, yang perlu diingat adalah empati masyarakat atas nama bangsa Indonesia dalam kepedulian antar sesama.

"Hanya butuh dua pekan saja untuk mengumpulkan dua ribu ton beras ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat," tambah Ahyudin.

Bersama Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, pengiriman dua ribu ton beras hari ini diberangkatkan dari Terminal Petikemas Tanjung Perak Surabaya menuju ke Pelabuhan Chittagong Bangladesh. Diperkirakan, pengiriman bantuan dengan bantuan kapal kemanusiaan ini akan sampai 14 hari ke depan. 


(RRN)