Rumah Pangan Kita, Cara Bulog Tekan Lonjakan Harga Sembako

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 19 May 2017 19:21 WIB
pangan
Rumah Pangan Kita, Cara Bulog Tekan Lonjakan Harga Sembako
Persediaan beras bulog, Ant - Eric Ireng

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok seakan menjadi momen khusus setiap memasuki hari besar. Kedepan, Perum Bulog Divre Surabaya Utara akan memaksimalkan Rumah Pangan kita (RPK) sebagai salah satu outlet murah untuk menekan harga lonjakan bahan kebutuhan pokok. 

Wakil Kepala Sub Divre Surabaya Utara, Irlia Dwi Putri mengatakan RPK merupakan program Bulog yang bekerjasama dengan Masyarakat untuk berbisnis bersama-sama dengan masyarakat. Terutama dalam hal menjual bahan pangan pokok. RPK sendiri diluncurkan sejak 2016 lalu. 

"Saat ini sudah ada sekitar 516 RPK yang sudah gabung dengan Sub Divre Surabaya Utara," ungkap Irlia, Kamis, 18 Mei 2017. 

Dengan adanya RPK, masyarakat tidak perlu khawatir mencari bahan pangan pokok murah. Karena harga yang ditawarkan pun jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran, yakni berada dikisaran 500 hingga 2 ribu rupiah. 

"Biasanya kan mereka membeli bahan pangan pokok di pasar-pasar. Nah, dengan RPK ini ketika mereka keluar rumah, mereka sudah bisa mendapatkan bahan pangan pokok murah melalui outlet kami," katanya. 

Di sisi lain, adanya RPK untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pangan pokok yang kerap terjadi setiap memasuki hari besar. Sehingga Operasi pasar yang biasanya digelar saat terjadinya lonjakan, maka RPK sudah menerapkan penjualan bahan pokok murah setiap harinya. 

"Target kami Kedepan, 1 RT/RW 1 RPK. Jadi, saat memasuki hari besar, masyarakat tidak khawatir terjadinya lonjakan. Karena Bisa jadi, Operasi pasar terjadi setiap hari," jelasnya. 

Selain itu, Penjualan bahan pangan pokok murah akan dijual hingga tingkat konsumen akhir. Sehingga bisa dipastikan tak ada lagi penjualan melalui tengkulak. "Selain beras, kami juga menjual minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung terigu dan telur," lanjutnya. 

Menjadi Sahabat Rumah Pangan Kita

Kedepan, Masyarakat tak perlu takut untuk membeli bahan pangan pokok murah melalui outlet yang sudah disediakan Bulog. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi sahabat RPK.

"tidak hanya membimbing, secara intens kami juga mengajarkan RPK bagaimana cara berdagang yang tidak membebani masyarakat," lanjutnya. 

Untuk menjadi sahabat RPK syaratnya mudah. Hanya menyerahkan formulir pendaftaran, KTP dan surat Ijin RT/RW (kalangan Individu). Sedangkan untuk usaha toko, harus memiliki ijin usaha dan untuk instansi sendiri, harus ada NPWP dan SIUP. 

"Kulakan beras Organik, sebetulnya masih ada 4 kilo dirumah, tapi saya tambah lagi sebanyak 8 kilo," ucap salah satu RPK Ar-Ridho Pucang Anom Sidoarjo, Arifin saat membeli beras di Perum Bulog Divre Surabaya Utara, Buduran Sidoarjo. 

Selama ini, belum ada keluhan apapun dari warga masyarakat yang membeli bahan pangan pokok melalui RPK miliknya. Karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

 "Karena RPK tidak boleh menjual harga diatas eceran tertinggi. Dan itu akan menjadi bahan evaluasi, jika nantinya ketahuan menjual diatas HET," tegasnya. 

Selain membeli beras, dirinya juga membeli bawang putih sebanyak 20 kilo. Perkilonya dihargai Rp. 38 ribu. Namun dijual kembali dengan harga Rp. 39-40 ribu per kilonya. 



(RRN)