Warga Malang Diharap Mengikuti Rambu Peringatan Tsunami

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 26 Dec 2018 19:01 WIB
tsunamibencana alam
Warga Malang Diharap Mengikuti Rambu Peringatan Tsunami
Ilustrasi Warga korban tsunami dari Pulau Sebesi dan Sebuku Lampung Selatan tiba di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Rabu (26/12/2018). ANTARA FOTO/Ardiansyah.

Malang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah melakukan sosialisasi kerawanan bencana tsunami di wilayah selatan Malang. Salah satunya dengan memasang rambu-rambu peringatan.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, rambu-rambu peringatan tersebut adalah sebuah bentuk perlindungan kepada wisatawan dan warga di pesisir pantai di selatan Malang.

"Kalau tsunami ini kan tidak bisa diprediksi. Cuma kalau di pantai selatan sudah terpasang rambu-rambu jalur evakuasi, itu kan sudah tersosialisasikan ke masyarakat," kata Bambang saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Desember 2018.

Bambang menjelaskan, rambu-rambu tersebut merupakan sebuah langkah antisipasi dari BPBD Kabupaten Malang apabila terjadi sesuatu di wilayah pesisir pantai. Sehingga warga dan wisatawan dihimbau untuk mengikuti rambu-rambu tersebut.

"Ya mengikuti rambu-rambu itu saja jalurnya kemana-kemana aja. Rambunya bentuknya panah peringatan-peringatan, dipasang di sepanjang pantai," ungkap Bambang.

Selain memasang rambu, BPBD Kabupaten Malang juga selalu menyampaikan himbauan kepada para pengunjung di pantai untuk selalu menaati dan memperhatikan rambu-rambu yang tersedia.

"Karena terpasangnya rambu kan kelihatan, dengan dasar hijau tulisan putih kan gitu," beber Bambang.

"Pengunjung tentu harus hati-hati dan waspada saat melihat gejala-gejala alam. Kalau ombak besar ya jangan berenang di pantai, terus kalau memang nanti ada himbauan tidak mendekati pantai ya untuk bisa dituruti," imbuhnya.

Sementara itu, Bambang mengaku pihaknya tidak memiliki alat pendeteksi bencana. Hanya saja, BMKG Karangkates Malang memiliki empat unit Early Warning System (EWS) atau alat deteksi dini yang dipasang di kawasan rawan longsor hingga di pantai selatan Malang.

"Terkait dengan alat deteksi itu kewenangan daripada BMKG yang terkait dengan deteksi apakah terjadi gempa apakah terjadi tsunami itu kan BMKG yang mempunyai itu. Kita menerima laporannya apabila terjadi sesuatu terkait dengan hal itu," pungkas Bambang.

Seperti diketahui, wilayah selatan Malang memiliki lebih dari 50 pantai wisata. Mulai dari Pantai Sendang Biru, Pantai Balekambang, Pantai Kondang Merak, Pantai Goa Cina, Pantai Tiga Warna dan lain-lain.


(DEN)