Gempa dan Tsunami di Palu

Kemenag Data Rumah Ibadah Rusak di Sulteng

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 08 Oct 2018 21:25 WIB
Gempa Donggala
Kemenag Data Rumah Ibadah Rusak di Sulteng
Menteri Agama, Lukman Hakim di Malang, Medcom.id - Daviq

Malang: Kementerian Agama (Kemenag) RI membentuk tim tanggap darurat untuk membantu korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) serta bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemenag juga mendata rumah ibadah yang rusak akibat bencana.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai kondisi di lokasi bencana masih dalam fase darurat. Sehingga, kata Lukman, pemenuhan kebutuhan pokok menjadi prioritas. Seperti makanan, air bersih, pakaian, dan tenda.

"Selanjutnya, kami akan melakukan tahap identifikasi, dalam minggu depan sudah akan kami mulai di Sulteng," kata Lukman ditemui di Malang, Senin, 8 Oktober 2018.

Lukman mengungkapkan Kemenag bakal melakukan pendataan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag yang terdampak bencana itu. Selain itu pendataan juga dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag seperti pesantren, madrasah, termasuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan lain-lain.

"Kantor-kantor KUA (Kantor Urusan Agama), rumah-rumah ibadah dan sebagainya itu kita lakukan pendataan. Setelah itu barulah kita melakukan tahap ke rehabilitasi dan rekonstruksi," ungkapnya.

Sebelum melakukan pendataan, tim tanggap darurat Kemenag juga melakukan upaya menenangkan bagi korban bencana. Sebab korban gempa diakuinya saat ini pasti masih mengalami stress trauma yang luar biasa.

"Karena sekarang masyarakat tidak bisa ditanya, sekarang mereka masih dalam suasana perlu waktu khusus untuk sampai traumanya reda. Jadi membangun kembali, sehingga lalu kemudian suasana atau kondisi normal bisa segera diwujudkan di tengah-tengah masyarakat Sulteng," pungkasnya.



(RRN)