Pendistribusian Bantuan Logistik Terkendala Alat Angkut

Rahmatullah    •    Senin, 15 Oct 2018 20:02 WIB
Gempa Situbondo
Pendistribusian Bantuan Logistik Terkendala Alat Angkut
Warga memperbaiki rumah yang rusak di Sumenep akibat guncangan gempa, Senin, 15 Oktober 2018, sumber foto: istimewa

Sumenep: Pendistribusian bantuan logistik kepada korban gempa di Pulau Sapudi, Sumenep, Jawa Timur, dimulai hari ini. Selain karena terkendala alat angkut, tim di lapangan juga masih terus memvalidasi data korban. Logistik disalurkan agar tidak menumpuk di posko bencana.

“Tantangan kita dalam pendistribusian logistik adalah alat angkut atau transportasi,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi, Senin, 15 Oktober 2018.

Untuk memaksimal pendistribusian logistik tersebut, Rahman menyebut sudah meminjam 7 mobil pikap milik beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ditambah lagi 1 pikap milik BPBD sendiri. Dia berharap pendistribusian logistik sesuai harapan.

Selebihnya, dia mengungkapkan korban gempa mengeluh soal air bersih. Sebenarnya ia ingin mengirimkan air menggunakan mobil tangki. Hanya saja armada tersebut tidak bisa diangkut ke pulau menggunakan kapal yang ada, karena kapal tidak muat. Tapi dia mengaku sudah mengirimkan tandon untuk penampungan air.

Sedangkan Pasiter Kodim 0827 Sumenep dan Bagian Logistik, Kapten Infantri Suratman, menuturkan paket bantuan tersebut disalurkan karena sudah menumpuk di posko. Dia berharap bantuan tersebut meringankan beban korban gempa.

“Paket bantuan mulai disalurkan tadi siang,” jelasnya.

Saat ini, logistik disalurkan kepada korban dengan cara diparani perangkat desa menggunakan pikap. Petugas menaikkan paket bantuan yang sudah dipetakan ke pikap setelah alat angkut itu tiba di posko bencana.

Data terakhir dari BPBD Sumenep menyebut jumlah rumah dan bangunan akibat gempa sudah mencapai 700 unit. Tapi data ini masih bersifat sementara, karena petugas terus memperbarui dan memvalidasi data tersebut. Sedangkan korban luka masih tetap 38 orang, di antaranya sudah dibawa ke rumah sakit di daratan.

Untuk korban jiwa masih tetap 3 orang. Sebenarnya ada 1 korban jiwa lagi, tapi pihak Puskesmas Gayam belum bisa memastikan itu sebagai korban gempa. Korban sudah dimakamkan sebelum petugas melakukan pemeriksaan.


(ALB)