Gus Ipul Kaget Wali Kota Pasuruan Ditangkap KPK

Amaluddin    •    Kamis, 04 Oct 2018 17:32 WIB
Ott Wali Kota Pasuruan Setiyono
Gus Ipul Kaget Wali Kota Pasuruan Ditangkap KPK
Wakil Gubernur Jatim sekaligus Ketua Satgas Saber Pungli Jatim, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku terkejut karena masih ada kepala daerah di wilayahnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Kali ini OTT menjaring Wali Kota Pasuruan, Setiyono.

"Saya pagi tadi sempat kaget karena ada OTT di Pasuruan," kata Gus Ipul, ketika ditemui di ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur, Kamis 4 Oktober 2018.

Gus Ipul menduga KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, yang merupakan adik kandungnya. Karena itu, Gus Ipul mengklarifikasi langsung menanyakan kepada Bupati Pasuruan untuk memastikan kebenarannya.

"Ternyata KPK memastikan bahwa penangkapan bukan terhadap Bupati Pasuruan, melainkan Wali Kota Pasuruan. Pada prinsipnya, kami sebagai Wagub Jatim syok ketika mendapat kabar ada kepala daerah di Jatim yang terkena OTT KPK," ujarnya.

Baca: Wali Kota Pasuruan Dibekuk karena Terlibat Proyek

Menurut Pria yang juga Ketua Satgas Saber Pungli Jatim itu, ada dua sisi peluang korupsi  yakni kesempatan dan niat, yang kedua-duanya sebenarnya bisa ditutup. "Pertama kesempatan bisa ditutup dengan berbagai aturan dan perundang-undangan. Misalnya juga dengan pemasangan CCTV juga bisa mengawasi dan mencegah terjadinya korupsi," ujarnya.

Sedangkan dari sisi niat, lanjut Gus Ipul, bisa ditutup dengan pakta integritas. Untuk pakta integritas, Gus Ipul mengatakan bahwa sudah banyak kepala daerah yang menandatanganinya.

"Kabupaten Pasuruan misalnya, pada saat Irsyad Yusuf baru dilantik menjadi bupati segera mengundang KPK untuk melakukan pakta integritas serta berkonsultasi untuk menutup celah kemungkinan terjadi korupsi," katanya.

Baca: Wali Kota Pasuruan Terjaring OTT KPK

Karena itu ia berharap seluruh penyelenggara negara khususnya para kepala daerah lebih hati-hati. Kata Gus Ipul, kehati-hatian ini setidaknya bisa dimulai dengan memilih kepala dinas dan Sekda yang benar-benar berintegritas. 

"Jangan sampai memilih Sekda dan kepala dinas dengan orang-orang yang keserempet hukum apalagi pernah kesandung masalah hukum. Jadi ini kembali ke integritas masing-masinh person," katanya.


(ALB)