Pengikut Mengaku belum Dapat Perintah Tinggalkan Padepokan

Rudi UIhaq    •    Kamis, 06 Oct 2016 14:47 WIB
dimas kanjeng taat pribadi
Pengikut Mengaku belum Dapat Perintah Tinggalkan Padepokan
Gerbang Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Metrotv

Metrotvnews.com, Probolinggo: Anggota DPRD Jawa Timur mendatangi pengikut yang masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo. Para pengikut mengaku mereka betah tinggal dan beribadah di padepokan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Miftahul Ulum mengatakan kedatangan mereka untuk memantau kondisi para pengikut. Dewan khawatir para pengikut menjadi kelompok liar karena pemimpin mereka mendekam di sel Mapolda Jatim.

Para pengikut, kata Miftahul, enggan meninggalkan padepokan. Alasannya, mereka belum mendapat perintah dari Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk meninggalkan tempat tersebut. Mereka menyebutkan nama Marwah Daud sebagai ketua yayasan.

"Selain itu, mereka juga merasa tenang tinggal di Padepokan dan bisa lebih khusyuk beribadah," ungkap Miftahul, Kamis (6/10/2016).

Di padepokan, kata Miftahul, mereka mengaku banyak beribadah. Mereka juga mengikuti doa bersama di masjid padepokan.

Sementara itu, pemimpin padepokan yaitu Taat Pribadi masih terus menjalani pemeriksaan di Markas Polda Jatim. Taat Pribadi diduga sebagai otak pembunuhan dua pengikutnya.

Pertengahan September 2016, polisi menggerebek padepokannya di Probolinggo terkait kasus pembunuhan. Polisi lantas menggelandang Taat Pribadi ke Markas Polda Jatim.

Selain itu, Polda juga menelusuri laporan yang menyebutkan Taat Pribadi menipu para pengikutnya. Motifnya yaitu pengikut menyerahkan sejumlah uang untuk digandakan.



(RRN)