Sekolah Lima Hari tak Bisa Diterapkan di Seluruh Sekolah

Aditya Mahatva Yodha    •    Jumat, 16 Jun 2017 18:55 WIB
pendidikan
Sekolah Lima Hari tak Bisa Diterapkan di Seluruh Sekolah
Bupati Malang Rendra Kresna -- MTVN/Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Kebijakan sekolah lima hari adalah layanan pendidikan yang menjawab kebutuhan kelas sosial masyarakat urban. Aturan tersebut tidak bisa dipaksakan diberlakukan untuk seluruh sekolah, terlebih sekolah di daerah.

"Di desa, siswa pulang sekolah biasanya mengaji di madrasah. Belum lagi yang di pondok pesantren, tentu itu sulit diterapkan," kata Bupati Malang Rendra Kresna usai menghadiri paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jatim, Jumat 16 Juni 2017.

(Baca: Sebelum Menjalankan Program 5 Hari Sekolah, Mendikbud Disarankan Lakukan 3 Aspek)

Rendra mengakui, sekolah lima hari kemungkinan besar dapat meningkatkan mutu dan kemampuan siswa di bidang ekstra kurikuler pada hari Sabtu. Namun, pemerintah perlu memberikan kebebasan kepada setiap sekolah untuk memilih model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

Hal tersebut senada dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise yang memandang penerapan sekolah lima hari yang diberlakukan pada tahun ajaran 2017-2018 harus memerhatikan letak geografis. Hal itu demi keselamatan anak-anak.

(Baca: Menteri Yohana Minta Sekolah 5 Hari tak Diterapkan ke Semua Sekolah)

Menurut Yohana, jangan sampai mereka pulang sekolah terlalu sore, sehingga bisa membahayakan diri masing-masing. Sebab, Indonesia mempunyai banyak daerah yang masih membutuhkan perhatian khusus.

Yohana menginginkan, sistem sekolah lima hari dalam sepekan tidak langsung diterapkan di semua sekolah. Sebaiknya, dibuat contoh dulu di beberapa daerah, dengan begitu bisa dapat hasilnya yang jelas.


(NIN)