Tingkat Keamanan Mesin ATM di Malang belum 100 Persen

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 26 Mar 2018 11:26 WIB
Skimming
Tingkat Keamanan Mesin ATM di Malang belum 100 Persen
Polres Malang Kota mengecek keamanan ATM, Senin, 26 Maret 2018, Medcom.id - Daviq

Malang: Tingkat keamanan mesin ATM di Kota Malang, Jawa Timur, masih belum seratus persen. Lantaran itu, masyarakat diminta lebih waspada dan berhati-hati bertransaksi di mesin ATM.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengakui tingkat keamanan beberapa mesin ATM masih minim. Kapolres menyatakan hal tersebut setelah memeriksa sejumlah mesin ATM di Malang.

"Kami telah melakukan pengecekan di tiga tempat untuk mengantisipasi terjadinya skimming (pencurian data nasabah) terhadap pengguna ATM. Hasilnya, beberapa mesin tak dilengkapi kamera pemantau CCTV. Tingkat keamanan di tiga lokasi itu masih 80 hingga 90 persen," ujar Asfuri, Senin, 26 Maret 2018.

Tiga tempat itu adalah mesin ATM di SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, di Carefour Belimbing, dan di SBPU di Jalan Ciliwung. Asfuri berpesan bank dapat mengamankan mesin ATM, terutama di kawasan sepi.

Asfuri mengaku belum mendapat laporan korban skimming. Namun ia mengimbau nasabah berhati-hati sebelum bertransaksi di mesin ATM.

"Cek suasana di sekitar mesin ATM, tempat memasukkan PIN, dan kartu. Bila menemukan kecurigaan, hindari bertransaksi di lokasi tersebut. Semoga masyarakat semakin sadar dan berhati-hati," bebernya.

Asfuri menjelaskan alat perekam data dipasang di penutup tombol pin pada mesin ATM. Alat itu juga dipasang di tempat memasukkan kartu ATM. Hal itu dilakukan untuk membaca data ATM dan pin para nasabah.

Bahkan, Asfuri membeberkan terdapat modus mencuri uang nasabah dengan alat yang menyerupai tusuk gigi. Bila alat tersebut dipasang di tempat untuk memasukkan kartu ATM, maka kartu milik nasabah yang telah dimasukkan tidak dapat keluar lagi.

"Lalu nanti akan ada orang yang sedang antri di belakang nasabah tersebut dan pura-pura menolong untuk membantu mengeluarkan kartu ATM. Di situlah kesempatan pelaku untuk menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM yang kosong," ujarnya.

Asfuri menegaskan akan melakukan patroli rutin untuk mencegah terjadinya skimming. "Setiap hari, baik anggota polsek ataupun polres. Baik pakaian dinas atau reskrim, akan saya instruksikan untuk mengecek dan melaporkan apabila ada yang aneh pada mesin ATM," tegasnya.



(RRN)