Wali Kota Batu Nonaktif Didakwa Menerima Suap

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 02 Feb 2018 18:04 WIB
kasus korupsi
Wali Kota Batu Nonaktif Didakwa Menerima Suap
Terdakwa Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko mulai menjalani persidangan perdana atas kasus gratifikasi yang menjeratnya. Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Terdakwa Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko mulai menjalani persidangan perdana atas perkara suap yang menjeratnya. Dia menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Terdakwa ER diduga menerima hadiah dari seorang pengusaha Filipus Djap. Terdakwa ameneriam hadiah mulai dari mobil mewah hingga uang tunai saat menjabat Walikota batu," kata Jaksa KPK Iskandar kepada Majelis Hakim, Jumat, 2 Februari 2018.

Tim Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Eddy melangar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

(Baca: Wali Kota Batu Dijanjikan Fee Rp500 Juta)

Dalam pembacaan dakwaan tersebut tidak ada komentar apapun dari terdakwa. Eddy yang disambut oleh beberapa koleganya tersebut langsung masuk ke mobil tahanan.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa Eddy, Agus Dwi Warsono mengatakan kliennya tidak akan mengajukan ekspresi atas dakwaan Jaksa KPK. Pihaknya akan menunggu proses persidangan hingga sampai pada proses pembuktian.

"Tidak ada eksepsi. Kita akan langsung ke pembuktian saja, untuk membuktikan kebenaran dakwaan yang disampaikan jaksa KPK," singkatnya


(SUR)