KPAI Imbau Masyarakat tak Hakimi Siswa SD yang Merokok Elektrik

Lis Pratiwi    •    Selasa, 24 Oct 2017 01:41 WIB
pendidikan anak
KPAI Imbau Masyarakat tak Hakimi Siswa SD yang Merokok Elektrik
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. Foto: Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau masyarakat tidak menghakimi anak-anak dalam video siswa SD yang merokok elektrik di Trenggalek, Jawa Timur. KPAI menilai mereka justru perlu dibimbing dan diberi kesempatan memperbaiki kesalahannya.

"Anak-anak memang peniru ulung. Oleh karena itu apa yang dia lakukan pastilah mencontoh orang dewasa di sekitarnya," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam siaran pers, Senin 23 Oktober 2017.

KPAI juga mendukung pemerintah setempat yang meminta masyarakat tidak memperpanjang persoalan tersebut. Dikhawatirkan, lanjut dia, persoalan ini dapat mengganggu psikologis maupun aktivitas belajar siswa yang terlibat.

KPAI juga mengapresiasi upaya tidak menstigma anak-anak tersebut nakal dan lain sebagainya. "Karena selama ini anak-anak tersebut berperilaku baik dan saat ini seluruh siswa sudah kembali beraktivitas dengan normal," tambah Retno.

Lebih lanjut, Retno berharap pihak sekolah, Dinas Pendidikan Trenggalek, dan Pemkab Trenggalek menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran agar lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

"Sinergi sekolah dengan orang tua perlu terus menerus dikuatkan agar masing-masing dapat lebih memiliki kepekaan dalam membimbing dan membina anak-anak," jelas dia.

Retno juga menuturkan, Tri Pusat Pendidikan yaitu peran antara pendidikan di lingkungan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidikan masyarakat harus terus digalakan. Kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak-anaknya juga perlu diwaspadai.

"Misalnya anak yang kerap mengurung diri di kamar,  anak yang HP-nya selalu dijaga agar tidak dilihat orang rumahnya, atau prestasi belajarnya menurun," terang Retno.

Sebelumnya, video siswa SD mengisap rokok elektrik viral di media sosial. Aksi tersebut terjadi pada 15 Agustus 2017. Saat itu salah seorang siswa membawa rokok elektrik milik kakaknya ke sekolah tanpa sepengetahuan orang tua maupun pihak sekolah.

Anak tersebut dan teman-temannya kemudian mencoba mengisap rokok elektrik itu sementara salah satunya mengabadikan melalui video. Video tersebut diunggah di akun Facebook berinisial ER sejak 21 Oktober. Video sudah ditonton lebih dari 4 juta kali. Bahkan menjadi perdebatan 2.700 warganet.


(DHI)