Puting Beliung Terjang Sidoarjo

Haru Menyelimuti saat Mensos Sambangi Pengungsi

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:29 WIB
puting beliung
Haru Menyelimuti saat Mensos Sambangi Pengungsi
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi para korban bencana puting beliung. Foto: Metrotvnews.com / Syaikhul Hadi

Sidoarjo: "Sabar, ini cobaan." Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pun merangkul korban bencana puting beliung di pengungsian MI Darul Ulum, Tambak Rejo Kecamatan Waru Sidoarjo, Selasa, 28 November 2017.

Suasana haru amat terasa di tempat pengungsian. Tangisan para korban bencana puting beliung terdengar tak henti-hentinya. Perasaan sedih karena tertimpa bencana, bercampur aduk dengan kebahagian karena pemerintah masih peduli.

Khofifah pun sempat tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi para korban bencana puting beliung. Ia paham, para jiwa pengungsi terguncang karena kehilangan rumah karena diterjang keganas puting beliung.

"Bersabarlah. Pemerintah pasti memikirkan nasib kalian," ucap Khofifah lagi untuk menenangkan para korban.

Dalam kunjungannya ini, menteri sosial memberikan sejumlah bantuan, baik berupa sembako maupun selimut. Santunan senilai Rp15 juta bgi yang meninggal saat di pengungsian juga diserahkan ke ahli waris.


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pun merangkul korban bencana puting beliung di pengungsian MI Darul Ulum, Tambak Rejo Kecamatan Waru Sidoarjo, Selasa, 28 November 2017. Foto: Metrotvnews.com / Syaikhul Hadi

"Jadi, memang cuacanya sangat ekstrem. Potensi bencana terjadi di banyak titik. Meski Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi banyak disiagakan, namun bencana itu tidak bisa dihindari," kata Khofifah.

BPBD setempat diminta untuk terus waspada dan siap antisipasi hal-hal yang tidak terburuk. "Banyak hal (bencana) yang saya temukan di banyak titik. Kalau di sini kan puting beliung, sedangkan di daerah lain kebanyakan banjir bandang dan longsor," jelasnya.

Ia mengakui, ada beberapa bencana seperti longsor dan banjir yang bisa terdeteksi. Seperti pergerakan tanah dan keretakan tanah. Sedangkan banjir bisa dilihat dari intensitas hujan yang tinggi. Sementara, daya tahan aliran air (saluran) tidak memungkinkan.

"Sehingga yang terjadi adalah berdampak pada rumah yang ada dipinggiran sungai. Jadi, selain faktor alam, juga adanya pendangkalan dan penyempitan saluran," tandasnya.

(Klik: Mensos sebut 323 Kabupaten Kota Rawan Bencana)


(SUR)