Mahasiswa Sumenep Protes Istri Bupati jadi Komisaris BPR Syariah

Rahmatullah    •    Kamis, 08 Feb 2018 12:52 WIB
unjuk rasa
Mahasiswa Sumenep Protes Istri Bupati jadi Komisaris BPR Syariah
Aksi mahasiswa di Sumenep menolak istri bupati jadi komisaris BPRS, Kamis 8 Februari 2018, Medcom.id - Rahmatullah

Sumenep: Puluhan mahasiswa berdemonstrasi di depan Kantor DPRD Sumenep, Jawa Timur, Kamis 8 Februari 2018. Mereka menolak pengangkatan Nur Fitriana Busyro Karim sebagai anggota komisaris Bank Pengkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bakti Sumekar.

Sutrisno, koordinator aksi, mengatakan pengangkatan Nur Fitriana sebagai komisaris di lembaga milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tak sesuai peraturan. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 Tahun 2017, jabatan komisaris harus memiliki pengetahuan di bidang perbankan.

"Sementara Nur Fitriana adalah lulusan D3 yang tak ada kaitannya dengan perbankan," terang Sutrisno saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumenep, Kamis, 8 Februari 2018.

Sutrisno dan teman-temannya menilai pengangkatan Nur Ftiriana sarat nepotisme. Sebab, Nur Fitriana istri Bupati Sumenep Busyri Karim.

"Jadi, kami minta anggota memaksimalkan fungsi kontrol itu, karena ada yang tidak beres di eksekutif kita," lanjut Sutrisno.

Sementara anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi, mengapresiasi aksi tersebut. Yang dituntut mahasiswa dikatakan selaras dengan agenda Komisi II. Kata dia, Komisi II bakal mengundang satuan kerja untuk membahas pengangkatan komisaris yang dipersoalkan mahasiswa itu, yaitu BPRS, Bagian Hukum, Badian Perekonomian, dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).

"Kami belum pernah mendapatkan hasil atau tembusan RUPS luar biasa itu," akunya.


(RRN)