27,4 Persen Bayi di Jatim Belum Imunisasi

Amaluddin    •    Selasa, 12 Dec 2017 17:12 WIB
minuman beralkohol
27,4 Persen Bayi di Jatim Belum Imunisasi
Seorang siswa SMP mendapatkan imunisasi. Foto: Antara/M Iqbal

Surabaya: Baru 427.029 dari 588.131 bayi di Jawa Timur mendapat imunisasi difteri lengkap. Sekitar 161.102 ataua sekitar 27,4 persen lainnya belum diimunisasi lengkap atau tak pernah beri vaksi difteri pertusis tetanus (DPT).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Ansarul Fahrudda berharap masyarakat menggalakkan imunisasi bagi anak, saudara dan kerabatnya. Warga diimbai ikut menyosialisasikan gerakan imunisasi ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Menurutnya, pengetahuan masyarakat terkait pentingnya imunisasi masih minim. Bahkan ada warga di salah satu daerah membentuk kelompok antivaksin alias menolak imunisasi.

“Padahal imunisasi itu penting, utamanya bagi anak-anak usia di bawah 15 tahun. Tapi di Jombang malah ada kelompok anti imunisasi, karena dianggap haram. Padahal itu tidak benar,” kata Ansarul Selasa, 12 Desember 2017.

Difteri merupakan infeksi yang umumnya menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Infeksi difteri ini bisa menyerang anak maupun orang dewasa. Gejalanya hampir sama, demam, rasa tidak nyaman pada tenggorokan, hingga pilek. Jika gejala tersebut muncul, penderita harus dibawa ke puskesmas atau dokter terdekat.

Satu-satunya cara mencegah penularan difteri adalah dengan pemberian vaksin atau imunisasi. Sayangnya, sering kali ada pemahaman yang salah di masyarakat yang menyebut bahwa pemberian vaksin justru berbahaya bagi tubuh.

“Karena itu, kami mengimbau para orang tua mengajak putra-putrinya untuk mendapatkan imunisasi dan memastikan telah diimunisasi secara lengkap. Bila ada yg belum lengkap, harap segera ke Puskesmas, imunisasi difteri lengkap 7 dosis,” kata Ansarul.


(SUR)