Lebih 33 Ribu Balita di Surabaya Mengalami Kekurangan Gizi

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 17 Oct 2017 18:51 WIB
gizi kurang
Lebih 33 Ribu Balita di Surabaya Mengalami Kekurangan Gizi
Bayi sehat, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Sebanyak 33.600 balita di Surabaya, Jawa Timur, mengalami kekurangan gizi. Sebanyak 0,1 persen balita dari jumlah tersebut mengalami gizi buruk. Dinas Kesehatan Surabaya mengklaim jumlah tersebut menurun ketimbang tahun lalu.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Surabaya Yohana Sussie Emisa mengatakan Posyandu berperan penting mendeteksi kesehatan bayi dan balita. Setelah mendeteksi, petugas Posyandu langsung melakukan tindakan.

"Makanya saya bilang peran Posyandu memang luar biasa. Karena, keberadaanya bisa mendeteksi kesehatan bayi lebih dini," ujar Yohana dalam pertemuan di Hotel Arcadia, Surabaya, Selasa 17 Oktober 2017.

Adapun tanda-tanda balita mengalami gizi buruk yaitu warna kulit berubah, sikap menjadi lebih sensitif, tubuh lemas, dan berat badan kurang dari ideal, Kondisi ini kerap terjadi pada bayi dan balita yang berasal dari kalangan yang acuh terhadap perkembangan maupun kesehatan anak. 

Menurutnya, kantong balita kurang gizi di Surabaya hampir merata. Tidak ada spesifikasi kelurahan yang menonjol dalam hal kekurangan gizi.  Namun yang menjadi acuan dinas kesehatan yakni berkurangnya jumlah penderita gizi buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Petugas kesehatan dan Posyandu melakukan tindakan pada balita-balita itu berupa penanganan sejak dini. Posyandu juga memberikan keleluasaan bagi ibu atau orang tua untuk segera mengkonsultasikan tentang perkembangan anak. 

Petugas juga memberikan pemahaman pada ibu-ibu muda yang tengah hamil ataupun bersiap memiliki anak. Para ibu harus menjaga tubuhnya tetap sehat dan mengonsumsi makanan bergizi. 

"Bila ibu hamil kurang gizi dan tidak sehat, itu berdampak pada bayi yang sedang berada dalam kandungannya. Jadi harus dijaga betul," lanjut Yohana.00

Kurang lebih 210.000 balita terdata di Surabaya. Dari jumlah tersebut, 33.600 balita atau 16,7 persen yang mengalami kurang gizi. Namun jumlah tersebut masih berada dalam batas aman dari indeks nasional yaitu 20 persen.


(RRN)