Alat Pendeteksi Diandalkan Antisipasi Banjir di Jatim

Amaluddin    •    Sabtu, 24 Nov 2018 16:12 WIB
bencana banjir
Alat Pendeteksi Diandalkan Antisipasi Banjir di Jatim
Ilustrasi banjir, Medcom.id

Surabaya: Puluhan daerah di utara Jawa Timur rawan banjir. Untuk mengantisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengandalkan alat peringatan dini mendeteksi banjir.

Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono mengatakan puluhan alat dipasang di sekitar bantaran sungai di daerah rawan banjir. Seperti, Bengawan Solo, Kali Brantas, Pakelan, dan Sungai Kemuning.

"Alat-alat itu dipasang pada tahun lalu. Bila sungai meluap, alat tersebut berbunyi. Sehingga warga dapat menyelamatkan harta benda ataupun mengungsi ke tempat lebih aman," ungkap Suban di Surabaya, Sabtu, 24 November 2018.

Namun Suban belum dapat memastikan efektivitas alat tersebut sebagai peringatan agar warga mengantisipasi. Sebab, alat tersebut dipasang pada musim kemarau. Sementara musim hujan di Jatim diprediksi terjadi pada mulai bulan November 2018 hingga Februari 2019.

Di wilayah utara, banjir berpotensi terjadi di wilayah yang dilintasi Bengawan Solo seperti Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Lamongan, dan Grasik. Ada pula Kali Brantas yang melewati Malang, Jombang, Blitar, dan Tulungagung. Sementara Sungai Kemuning melintasi Sampang. Lalu, Sungai Pekalen yang melintas Situbondo dan Bondowoso.

Menurut Suban, banjir tidak hanya terjadi di daerah bagian utara Jatim, juga daerah bagian selatan Jatim. Namun bedanya, banjir di daerah bagian selatan Jatim karena akibat luapan air laut, mengingat daerah tersebut dikelilingi oleh laut.

Di antaranya beberapa daerah di sepanjang pesisir selatan Jatim itu adalah Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Blitar, dan Kabupaten Malang. Kemudian banjir yang biasa terjadi di Kabupaten Sidoarjo, disebabkan rob atau permukaan air laut naik.


(RRN)