Bom Surabaya, Teror Perdana Mengeksploitasi Anak

Amaluddin    •    Senin, 14 May 2018 14:58 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Bom Surabaya, Teror Perdana Mengeksploitasi Anak
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Surabaya: Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan bom bunuh diri di Surabaya menjadi kasus perdana yang menggunakan anak kecil. Walau di negara konflik lain sudah menjadi biasa, modus ini menjadi pertama di Indonesia.

"Kasus ini baru pertama kali di Indonesia," kata Tiro, di Media Center, Mapolda Jatim, Surabaya, Senin, 14 Mei 2018.

Menurut Tito, modus ini sudah sering terjadi di Irak dan Suriah. Namun, penggunaan anak sebagai pembawa bom mulai merembet ke Indonesia, tepatnya di Surabaya dan Sidoarjo.

Otak pengeboman tiga Gereja di Surabaya diketahui bernama Dita Oepriarto. Dita menjadi pimpinan bom bunuh diri yang mengajak istri dan empat orang anaknya.

Demikian juga dengan ledakkan di Rusun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Pelakunya merupakan satu keluarga. Walau insiden tersebut adalah kecelakaan, keluarga Anton diduga akan melancarkan aksi bunuh diri bersama istri dan anaknya.

"Dalam insiden tersebut Anton, istrinya dan seorang anaknya tewas. Sedangkan tiga anaknya lagi masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara," kata jenderal bintang empat itu.

Surabaya, Jawa Timur, digemparkan dengan rentetan ledakan pada Minggu, 13 Mei 2018, pagi. Ledakan terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 jam.

Baca: Tiga Ledakan di Surabaya Terjadi dalam Waktu 1,5 Jam

Ledakan bom terjadi di Rusunawa Wonocolo, Minggu malam. Sumber ledakan berasal dari satu unit di Blok B lantai lima milik warga bernama Anton. Pengelola menyatakan, keluarga Anton menempati rusunawa Wonocolo sejak 2015.

Baca: Ledakan Bom Mengguncang Mapolrestabes Surabaya

Sekitar pukul 08.50 WIB, Senin, 14 Mei 2018, terjadi insiden ledakan di pintu masuk atau tepat di pos polisi yang diduga menggunakan bom kendaraan.

Polda Jatim masih melakukan identifikasi termasuk memastikan jumlah korban luka atau meninggal dunia terhadap kejadian tersebut, baik dari unsur anggota Polri, masyarakat maupun terduga pelaku.

Baca: 3 Orang Tewas Akibat Ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo
 


(SUR)