Lamanya Penerbitan Sertifikat Sebabkan Sengketa Lahan

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 29 Mar 2018 07:00 WIB
sengketa lahanpresiden jokowi
Lamanya Penerbitan Sertifikat Sebabkan Sengketa Lahan
Presiden RI Joko Widodo saat memberikan sambutan pada pembagian sertifikat tanah kepada masyarakat Malang Raya, Rabu 28 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Presiden RI Joko Widodo menilai lambatnya penerbitan sertifikat tanah di Indonesia jadi salah satu faktor sengketa tanah di Indonesia.

"Karena penerbitan sertifikat tanah yang lambat, muncul permasalahan sengketa tanah antara masyarakat dengan pemerintah, perusahaan bahkan BUMN (Badan Usaha Milik Negara)," kata Presiden saat pembagian sertifikat tanah ke masyarakat Malang Raya di Gor Ken Arok Kota Malang, Rabu, 28 Maret 2018.

Oleh karena itu, Jokowi ini mengungkapkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sangat diperlukan. Sengketa lahan yang berujung ke beragam konflik sosial bisa dihindari.

"Kalau ada buktinya kan enak, tanah kita tidak bisa diklaim orang lain," ujar orang nomor satu di Indonesia ini.

Di sisi lain, Jokowi mengimbau masyarakat yang sudah memiliki sertifikat tanah agar menjaga sertifikat tersebut. Salah satu contoh kecilnya adalah dengan membungkus sertifikat tersebut dengan plastik.

"Gunanya dibungkus plastik itu biar kalau mungkin terjadi genteng bocor di rumah, sertifikatnya enggak rusak. Sertifikat juga saya sarankan ditaruh di tempat yang benar agar tidak dimakan tikus," ucapnya diikuti tawa riuh masyarakat yang hadir.

(Baca: Presiden Minta Warga Berhati-hati saat 'Sekolahkan' Sertifikat Tanah)

Jokowi juga menyarankan masyarakat untuk menggandakan sertifikat untuk jaga-jaga. Hal ini untuk mempermudah pengurusan apabila sertifikat hilang.

"Setelah di fotokopi, sertifikat dan fotokopian di taruh lemari yang berbeda. Nanti kalau sertifikat asli hilang, sertifikat fotokopi bisa buat mengurus di BPN (Badan Pertanahan Nasional)," tutupnya.

Kunjungan Jokowi ke Malang kali ini dalam rangka menghadiri pembagian sertifikat tanah kepada masyarakat Malang Raya. Jumlah sertifikat tanah yang dibagikan kepada masyarakat Malang Raya ini sejumlah 5.153 sertifikat.

Rinciannya, sebanyak 4.000 sertifikat untuk warga Kabupaten Malang, 1.128 sertifikat untuk warga Kota Malang dan 25 sertifikat untuk warga Kota Batu.

(Baca: Sertifikat Tanah jadi Kendala Peremajaan)
 


(SUR)