Minim Pengetahuan Menjadi Penyebab Stunting di Jawa Timur

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 20 Sep 2018 17:40 WIB
gizi kurang
Minim Pengetahuan Menjadi Penyebab Stunting di Jawa Timur
Ilustrasi seorang pasien gizi buruk, Dina, 9 bulan dirawat di RSUD Dr Soewandhi Surabaya, (ANTARA/Eric Ireng).

Surabaya: Sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur masih kerap dilanda masalah stunting atau gizi buruk. Stunting tersebut disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal pencegahan.

"Minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal pencegahan menjadikan penyebab terjadinya stunting. Sedangkan faktor lainnya disebabkan kemiskinan dan faktor sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso saat dihubungi, Kamis, 20 September 2018.

Kohar menjelaskan, jumlah penderita stunting di Jawa Timur pada 2017 lalu masih terbilang minim jika dibandingkan angka nasional sebanyak 27,6 persen. Sedangkan di Jawa Timur hanya mencapai 26,2 persen penderita gizi buruk. 

"Di Jatim sendiri ada sekitar 11 dari 38 kabupaten/kota penderita stunting. Untuk jumlahnya saya lupa. Harus lihat data valid nya," jelas Kohar.

Kohar menjelaskan, berkaitan dengan persoalan stunting di Jawa Timur, tentunya tidak terlepas dari pemahaman orangtua terhadap pencegahan stunting anak sejak dini. Kedua, pemahaman orang tua terhadap pola makanan yang cocok untuk tumbuh kembang anak.

"Pola makan itu perlu. Kira-kira makanan apa yang baik untuk anak. Dan yang terakhir dilakukan pemeriksaan kesehagan bayi secara rutin baik ke puskemas, posyandu dan rumah sakit," terangnya. 

Disamping itu, Dinas kesehatan sendiri juga menerapkan beberapa program pemerintah. Seperti bulan timbang, yakni melakukan penimbangan terhadap seluruh balita secara serentak. Itu dilakukan dua kali selama setahun.

"Biasanya kita lakukan di Bulan Februari dan Agustus. Di samping para orangtua melakukan pemeriksaan secara rutin di posyandu, kita juga melihat bagaimana perkembangan anak di bulan timbang," pungkas Kohar.


(DEN)