Ratusan Polisi Amankan Ibadah Waisak di Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 29 May 2018 16:19 WIB
waisakhari waisak
Ratusan Polisi Amankan Ibadah Waisak di Malang
Personil kepolisian mengamankan jalannya ibadah dalam rangka memperingati Hari Waisak di sejumlah vihara di Malang, Jawa Timur, Selasa 29 Mei 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Ratusan personel kepolisian diturunkan untuk mengamankan jalannya ibadah dalam rangka memperingati Hari Waisak di sejumlah vihara di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa 29 Mei 2018. Anggota Polres Malang melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kerawanan sejak pukul 07.00 WIB.

Sejumlah vihara yang dilakukan giat patroli seperti di Vihara Lawang, Vihara Argapura Wonosari, dan Vihara Dewi Kwan Im Kraton Gunung Kawi Ngajum, Kabupaten Malang.

Kasubbag Humas Polres Malang AKP Farid Fatoni mengatakan beberapa vihara yang tidak menggelar ibadah. Salah satunya Vihara Dewik Kwan Im Kraton Gunung Kawi.

"Di tempat tersebut nihil kegiatan ibadah. Kami juga menitipkan pesan kepada pihak vihara untuk segera menghubungi polisi apabila melihat ada orang yang mencurigakan di sekitar vihara," katanya.

Kassubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, pihaknya juga turut melakukan pengamanan dalam rangka Hari Waisak. Salah satunya dilakukan di Klenteng Eng Ang Kiong dan Vihara Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

"Pengamanan ini untuk antisipasi serangan teroris sasaran tempat Ibadah. Sejauh ini pengamanan perjalan aman lancar dan terkendali," bebernya.

Sementara itu, peringatan Hari Waisak juga berlangsung di Padepokan Dhammadipa Arama, Kota Batu, Jawa Timur. Ratusan umat Buddha mengikuti rangkaian acara yang dijadwalkan bakal berlangsung hingga malam hari.

Ketua Padepokan Dhammadipa Arama Bhikkhu Jayamedho menyebut bhikhhu di Indonesia sangat prihatin dengan kondisi di negeri ini. Sebab, banyak terjadi perbuatan buruk berupa hasutan, fitnah dan adu domba yang terjadi.

"Ini bukan perbuatan orang yang menganut agama. Mereka beragama tetapi nilai-nilai agama kurang mereka wujudkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Jayamedho menilai agama sebenarnya diturunkan untuk kebaikan kesejahteraan orang banyak. Selain itu, agama seharusnya membawa pesan perdamaian.

"Orang yang menganut agama harusnya membawa kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan, bukan sebaliknya. Bukan kekerasan, kekeruhan, ketakutan dan kecemasan. Itu bukan cara-cara beragama," pungkasnya.
 


(SUR)