Banyak Hoax di Medsos Soal Gempa Malang

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 17 Nov 2016 13:37 WIB
gempa
Banyak <i>Hoax</i> di Medsos Soal Gempa Malang
Posko BPBD kabupaten Malang. Foto: Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Berita bohong atau hoax bertebaran di media sosial setelah terjadinya gempa 6,2 skala Richter di Malang, Jawa Timur, dan sekitarnya, Rabu malam 16 November 2016.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengimbau warga tak terpengaruh pemberitaan di media sosial itu. Karena, banyak laporan masuk ke BPBD yang tak sesuai setelah dicek ke lapangan.

"Di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, dikabarkan ada rumah roboh, namun setelah dicek rumah dalam kondisi kosong tak berpenghuni dan rumah tidak roboh," ujar Kepala BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, kepada Metrotvnews.com, di Posko BPBD, Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Kamis (17/11/2016).

Di Twitter dan Facebook, lanjut dia, muncul gambar jalanan di jalur lintas selatan Kabupaten Malang retak dan rusak parah. Nyatanya, saat dicek, gambar tersebut terjadi di New Zealand.

BPBD Kabupaten Malang pun meminta otoritas kecamatan aktif melaporkan apa yang terjadi di daerahnya.

"Bapak Camat tolong minta informasi secara tertulis maupun melaporkan melalui telepon kami di 0341-392131 setiap peristiwa yang terjadi. Agar kami mudah menindaklanjuti," kata Lutfi.

Rabu, 16 November 2016, sekira pukul 22.25 WIB, gempa mengguncang beberapa wilayah di Jatim dan sekitarnya. Keterangan BMKG, pusat gempa terjadi di 127 kilometer tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 69 kilometer.

Guncangan gempa juga terjadi di 136 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang, 142 kilometer barat daya Kabupaten Jember, 232 kilometer tenggara Kota Surabaya, dan 782 kilometer tenggara Jakarta.

 


(UWA)