Demo Ahok, Warga Jatim Diminta Bawa Kresek untuk Buang Sampah

Amaluddin    •    Kamis, 03 Nov 2016 15:34 WIB
unjuk rasa
Demo Ahok, Warga Jatim Diminta Bawa <i>Kresek</i> untuk Buang Sampah
Sejumlah orang dari Sidoarjo siap-siap berangkat untuk berdemonstrasi ke Jakarta, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) menurunkan 20 ribu massa untuk berunjuk rasa di Jakarta. Mereka merupakan gabungan dari 70 organisasi Islam di Jatim.

Mereka akan bergabung dengan kelompok massa yang berdemonstrasi di Jakarta pada Jumat 4 November. Mereka berunjuk rasa menuntut penegak hukum memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap menistakan agama.

"Mereka berangkat tanpa ada intruksi dari lembaga ormas masing-masing, tapi hampir semua anggota ormas di Jatim yang tergabung dalam GUIB Jatim ikut demo ke Jakarta," kata Sekjen GUIB Jatim, M. Yunus, di Surabaya, Kamis (3/11/2016).

Yunus mengatakan, mereka berangkat ke Ibu Kota secara bertahap. Ada yang menggunakan bus, kereta, dan alat transportasi darat lainnya.

Yunus berpesan massa tetap sopan dan santun berunjuk rasa. Misalnya menjaga akhlak, tidak merusak taman, berbicara dengan kalimat positif, dan tak mengganggu warga Jakarta.

"Mereka juga diminta membawa tas kantong 'kresek' untuk tempat sampah selama aksi sehingga tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya. 

Yunus menegaskan, aksi kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik khususnya Pilkada DKI. Menurut dia, aksi yang akan berlangsung di Jakarta itu karena penistaan agama.

Mereka menuntut penegak hukum adil memproses dugaan yang menyeret Ahok. Mereka menilai Ahok menodai Alquran Surah Al Maidah ayah 51.

"Itulah yang menyebabkan masyarakat bergerak. Padahal di Indonesia mengenal setiap warga negara berkedudukan sama di mata hukum. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika sebelumnya kasus ini dituntaskan tentunya tidak perlu dengan berdemo seperti ini," pungkasnya.


(RRN)