Petani Harap Pabrik Garam Industri Dibangun di Madura

Rahmatullah    •    Rabu, 19 Jul 2017 12:34 WIB
produksi garam
Petani Harap Pabrik Garam Industri Dibangun di Madura
Petani garam di Sumenep, MTVN - Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Petani garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berharap pemerintah segera membangun pabrik garam industri di Pulau Madura. Petani yakin pembangunan pabrik garam industri dapat memaksimalkan penyerapan produksi.

Syamsuri, petani garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, mengatakan Pulau Madura pantas dibangunkan pabrik garam industri. Tak masalah dimanapun lokasinya di pulau tersebut. Sebab, garam menjadi salah satu mata pencarian warga Madura.

“Kalau ada pabrik garam industri, saya yakin penyerapan garam milik petani lokal akan maksimal,” ujar Syamsuri di Desa Karanganyar, Rabu 19 Juli 2017.
 
Selama ini, kata dia, petani menjual garam melalui tengkulak. Itu sangat berdampak pada harga. Biasanya 1 ton garam seharga Rp700 ribu, tapi petani hanya mendapatkan uang Rp300 ribu tiap ton garam. 

Jika di Madura ada pabrik garam industri, maka petani akan bisa langsung menjual garam ke perusahaan tersebut tanpa perantara. Ia meyakini harganya pun sesuai dengan standar. 

“Kalau saya sih berharap pabrik garam industri dibangun di Sumenep,” harapnya.
 
Untuk tahun ini, Syamsuri mengaku mendapatkan banyak untung. Tiap 1 ton garam bisa mendapatkan uang Rp3,5 juta. Melambungnya harga garam tersebut karena kekurangan stok, sementara permintaan banyak.
 
“Tiap hari saya selalu panen. Selain karena cukup tinggi, juga mengantipasi turunnya hujan, karena kabarnya sekarang kemarau basah,” ujarnya.
 
Pada Juni lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebut pemerintah berencana membangun pabrik garam industri di Kabupaten Sumenep. Dia berharap produksi garam di kabupaten ujung timur Madura ini meningkat.
 
"Nanti kita bisa mengurangi impor garam industri. Sebagian garamnya nanti bisa diproduksi di Sumenep," ujar Rini saat berkunjung ke Sumenep pada Selasa 6 Juni 2017.


(RRN)