Wabup Malang Minta Warganya tak Terprovokasi Terkait Isu Rohingya

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 07 Sep 2017 14:47 WIB
rohingya
Wabup Malang Minta Warganya tak Terprovokasi Terkait Isu Rohingya
Wakil Bupati Malang M. Sanusi (tengah) -- MTVN/Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar, menjadi sorotan dunia internasional. Pemerintah Indonesia dengan tegas mengutuk kekerasan yang terjadi di Rakhine State.

Wakil Bupati Malang M. Sanusi mengatakan, Indonesia menjadi negara terdepan dalam menyuarakan perdamaian di Rakhine State. Langkah-langkah diplomasi pun dilakukan Indonesia, sehingga membuat negara lain ikut bergerak menyuarakan perdamaian.

"Karena itu, warga Malang jangan terpancing dengan isu-isu yang berkembang mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine State," kata Sanusi usai dialog lintas agama di Ruang Sekretariat Daerah Kantor Pemkab Malang, Jalan Raden Panji, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Kamis 7 September 2017.

Menurut Sanusi, kondisi di Malang saat ini masih kondusif. Setiap pihak mampu menahan diri, sehingga tidak terprovokasi dengan berbagai berita menyesatkan terkait muslim Rohingya di Rakhine State.

"Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada tokoh lintas agama di Kabupaten Malang yang ikut menjaga kerukunan beragama," imbuh politikus PKB tersebut.

Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait. Menlu Retno telah bertemu pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan menyampaikan usulan dengan formula 4+1.

(Baca: Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Jalan Terus)

Empat pertama mengenai perdamaian dan keamanan, kedua perlindungan maksimum, menahan diri dan tanpa kekerasan, ketiga perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan. Satu lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri.

Menurut Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia. Dari Myanmar, Menlu Retno bertemu PM dan Menlu Bangladesh untuk membicarakan masalah bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya.

 


(NIN)