Anak-anak Belajar di Bangunan Bekas Pusat Bisnis Prostitusi

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 22 Feb 2016 17:47 WIB
lokalisasi dolly
Anak-anak Belajar di Bangunan Bekas Pusat Bisnis Prostitusi
Bekas wisma di Gang Dolly dijadikan pusat belajar dan kegiatan masyarakat, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Wisma Barbara. Itu dulu namanya yang menjadi pusat bisnis prostitusi di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur. Tapi kini, bangunan itu menjadi tempat anak-anak belajar.

Setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB, anak-anak mendatangi bangunan berlantai enam di Jalan Girilaya, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya itu. Dua jam kemudian, mereka keluar dari bangunan tersebut.

Siangnya, mulai pukul 14.00 WIB, giliran pelajar SMP dan SMA yang mendatangi bangunan. Satu per satu pelajar memasuki wisma itu.

Wisma Barbara berubah fungsi semenjak Pemerintah Kota Surabaya membeli bangunan tersebut. Bila dulu Wisma Barbara dikenal sebagai pusat bisnis di Dolly, saat ini imejnya berubah.

Anak-anak yang keluar masuk dari bangunan itu bermaksud untuk belajar bersama. Sebab kini, bangunan itu menjadi pusat belajar anak-anak bertajuk 'Broadband Learning Center'.

"Lalu seminggu sekali, beberapa ibu dan bapak memanfaatkan tempat itu untuk belajar mengoperasikan komputer," kata Sugianto, petugas parkir di bangunan tersebut, Senin (22/2/2016).

Bukan hanya itu. Pemkot Surabaya juga menjadikan bangunan itu sebagai sentra pembuatan sepatu. Bahkan Tri Rismaharini mengenakan sepatu hasil pengrajin di kawasan itu dalam upacara pelantikannya sebagai Wali Kota Surabaya.

Bangunan itu juga menjadi pusat pertemuan warga dengan pemerintah. "Soalnya kan tempat parkirnya lumayan luas," tambah Sugianto.

Nur Hidayah, warga setempat, mengaku senang dengan sikap Pemkot Surabaya menutup lokalisasi Dolly. Ia dan warga lain menjadi lebih tenang.

"Ibu saya dulu yang punya wisma, saya jualan makanan. Dulu ramai banget ada suara musiknya. Meski penghasilan menurun tapi tidak masalah karena lebih tenang," terang perempuan berkerudung ini.
 


(RRN)