Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo

Rudi UIhaq    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:42 WIB
kasus pembunuhan
Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo
Suasana di depan Padepokan Dimas Kanjeng saat polisi hendak menangkap pimpinan diduga otak pembunuhan, Metrotv - Rudi Ulhaq

Metrotvnews.com, Probolinggo: Polda Jawa Timur membekuk pimpinan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Tata Pribadi, di Probolinggo. Taat diduga menjadi otak pembunuhan di kabupaten tersebut.

Kamis pagi 22 September, Polda dan pasukan gabungan mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Polda mengerahkan lebih 1.000 personel untuk menangkap Taat. Petugas juga membawa kendaraan barakuda dan watercanon. 

Tak lama kemudian, petugas membawa Taat Pribadi ke kendaraan taktis. Polisi menggelandang Taat menuju Markas Polda Jatim di Kota Surabaya.


(Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono, Metrotv - Rudi Ulhaq)

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan penangkapan Taat berdasarkan sebuah laporan kasus pembunuhan. Penyidik lantas menyelidiki laporan tersebut.

"Setelah kami proses, diduga otaknya adalah Saudara Taat. Kami sudah panggil (untuk pemeriksaan) sekali, dua kali, hingga tiga kali, tapi tidak hadir. Hingga akhirnya kami menetapkan Saudara Taat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Argo di Surabaya.

Pembunuhan terjadi pada korban bernama Abdul Gani. Jenazah korban ditemukan di Wonogiri, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.


(RRN)