Warga Minta Disdik Sidoarjo Tuntaskan Masalah Siswi Dikeluarkan dari Sekolah

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 16 Sep 2016 10:52 WIB
pendidikan
Warga Minta Disdik Sidoarjo Tuntaskan Masalah Siswi Dikeluarkan dari Sekolah
Sejumlah siswa di depan sebuah kelas di SMPN 5 Sidoarjo, MTVN - Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Masalah yang menimpa Regina Milenia Nur Febriati, siswi SMPN 5 Sidoarjo, Jawa Timur, masih menjadi sorotan warga setempat hingga Jumat 16 September. Warga berharap Dinas Pendidikan Sidoarjo tak tinggal diam dan terlibat menuntaskan masalah tersebut.

Sugeng Budi Santoso, orangtua dari siswa SMPN 1 Sidoarjo, mengaku sudah mendengar kabar soal masalah pada Regina. Sugeng mendapat berita orang tua Regina mengatakan putrinya itu dikeluarkan dari sekolah.

Baca: Usai Pingsan, Orangtua Mengeluh Putrinya Dikeluarkan dari Sekolah

Sugeng mengaku kecewa atas tindakan pihak sekolah. Sebab peranan sekolah pada pendidikan anak-anak sangat besar. 

"Harusnya orang tua dikabari kalau anaknya terjadi apa-apa. Karena ini bagian dari tanggung jawab sekolah," kata Sugeng kepada Metrotvnews.com di Gedung Olah Raga (GOR) Sidoarjo.

Sugeng mencontohkan kejadian yang menimpa anaknya di sekolah. Dua pekan lalu, putrinya jatuh dari sekolah. Beberapa menit setelah kejadian, sekolah menghubungi Sugeng terkait kejadian tersebut.

"Nah, harusnya jiwa pendidik seperti itu. Minimal orang tuanya dikabari. Jangan dibiarkan seperti itu," tegasnya. 


(Ilustrasi siswa-siswi SMP, dok: Metrotvnews.com)

Sementara Regina, menurut Rodiana, ibunya, pingsan di sekolah saat mengikuti kegiatan menyemarakkan peringatan HUT RI Agustus lalu. Namun, Rodiana mengaku tak mendapat kabar dari sekolah mengenai kejadian itu.

Di lain sisi, Dinas Pendidikan Sidoarjo cenderung mendiamkan masalah tersebut. Malah Kepala Disdik Sidoarjo Mustain Baladan menilai masalah Regina dikeluarkan dari sekolah itu bukan hal besar.

Baca: Disdik Sidoarjo Anggap Masalah Siswi Regina bukan Hal Besar

Alasannya, Regina bukanlah siswa yang bermasalah di sekolah. Bila ia keluar dari sekolah, itu lantaran permintaan dari orang tuanya.

"Saya tak sepakat dengan penilaian itu. Ini (Masalah Regina) merupakan nasib anak bangsa. Harus diselamatkan dalam program wajib sekolah sembilan tahun. Dinas Pendidikan harus punya solusi," lanjut Sugeng.

Sugeng berharap sikap Dinas Pendidikan itu tak memperburuk citra pendidikan di Sidoarjo. Sehingga, anak-anak dapat bersekolah dengan nyaman. Orang tua pun menjadi lebih tenang.

Senada dengan itu, R yang bertempat tinggal di Magersari, Sidoarjo, mengaku prihatin dengan dunia pendidikan di kabupaten tersebut. Kejadian yang menimpa Regina, kata R, merupakan tampara keras.

Perempuan yang bekerja di kantor pemerintahan itu mengaku membaca pemberitaan mengenai Regina. Ia menyimpulkan orang tua Regina hanya mempertanyakan pungutan yang dilakukan sekolah.

"Malah berujung putrinya (Regina) dikeluarkan dari sekolah," kata perempuan yang hanya menyebutkan inisialnya itu kepada Metrotvnews.com.

Putranya kini duduk di bangku SMA Negeri 1 Sidoarjo. Lantaran itu, R mengaku sangat memerhatikan pendidikan anak dan sistem pendidikan di kabupaten tersebut.

Ia menilai pemerintah perlu membenahi sistem pendidikan di Sidoarjo. Ia mengakui Kepala Dinas Pendidikan Mustain Baladan bukan polisi. Tapi Mustain merupakan bagian dari sistem pendidikan.

"Kepala dinas harusnya memfasilitasi kedua belah pihak untuk memperbaiki masalah tersebut. Cari tahu akar masalahnya. Masa harus nunggu kejadian baru bertindak," kata R ditemui di Magersari, Kecamatan Kota Sidoarjo.

R juga mendapat kabar Rodiana tak mau lagi menyekolahkan Regina di Sidoarjo. R menilai sikap Rodiana menunjukkan ketidakpercayaan masyarakat pada pendidikan di kabupaten tersebut.

"Tidak ada pilihan lain, pemerintah harus segera berbenah," tegasnya.


(RRN)