Gubernur Jatim Cek Ulang Integritas OPD

   •    Rabu, 07 Jun 2017 20:20 WIB
kpk
Gubernur Jatim Cek Ulang Integritas OPD
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo siap mengecek ulang terhadap integritas pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Hal itu terkait dua kepala dinas di lingkungan pemerintah provinsi setempat dalam dugaan suap yang kasusnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Masalah ini adalah pembelajaran yang baik bagi semuanya dan sangat perlu dilakukan cek ulang integritas para kepala OPD," ujarnya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu 7 Juni 2017.

Menurut dia, selama ini pihaknya terlalu menjadi mekanik dengan hanya mengedepankan aturan-aturan dan menggunakan langkah informasi teknologi sebagai upaya untuk mewujudkan program berjalan dengan baik.

"Namun, ternyata lebih penting dari itu semua adalah mengedepankan sikap integritas yang baik bagi kepala OPD," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya. 

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut menegaskan, semua program di Pemprov Jatim sudah menggunakan IT mulai perencanaan hingga monitoring dan evaluasi, tetapi di sisi lain persoalan moralitas tidak bisa dinomorduakan sehingga menjadi pekerjaan rumah.

"Karena itulah jika integritas kepala OPD baik maka kejadian ini tentu tidak akan terjadi," kata mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur tersebut.

Dua kepala OPD, masing-masing Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heryanto dan Kepala Dinas Peternakan Jatim Rohayati statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kasus suap. Keduanya disangka memberikan uang kepada Ketua Komisi B DPRD Jatim sekaligus politisi Partai Gerindra Mochammad Basuki.

Nama Basuki juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terhadap terkait pengawasan penggunaan anggaran dan revisi Peraturan Daerah di Provinsi Jawa Timur tahun 2017. Tiga tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus ini, yaitu staf DPRD Jatim S (Santoso) dan RA (Rahman Agung) serta ajudan Kadis Pertanian Anang Basuki Rahmat.

Keenam tersangka diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang dilakukan pada Senin 5 Juni di Surabaya dan Malang. (Antara)


(ALB)