Perahu Terbalik di Gresik

Warga Balongbendo Sidoarjo Anggap Penting Perahu Tambang

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 16 Apr 2017 17:12 WIB
tenggelam
Warga Balongbendo Sidoarjo Anggap Penting Perahu Tambang
Tim penyelamat mencari lima penumpang yang hilang setelah perahu tambang terbalik di Gresik, 13 April 2017, AFP

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Penghentian aktivitas perahu tambang bakal merugikan perekonomian. Lantaran itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta mempertimbangkan wacana menghentikan perahu tambang.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf meminta pengoperasian perahu tambang dihentikan sementara. Permintaan disampaikan setelah perahu tambang terbalik di Kali Surabaya, Gresik, yang menewaskan sejumlah penumpang.

Zainul Arifin, Kepala Dusun Serbo, Desa Bogem Pinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, mengaku beberapa warganya bergantung pada penyeberangan tradisional itu. Biasanya warga menggunakan penyeberangan sederhana itu untuk melintasi perbatasan Sidoarjo-Gresik. Banyak warga Balongbendo, Sidoarjo, bekerja di Gresik.

"Kalau untuk sementara sih enggak jadi masalah. Tapi kalau selamanya, pemerintah harus berpikir ulang," kata Zainul kepada Metrotvnews.com, Minggu 16 April 2017.

Sejak kejadian maut tiga hari lalu, warga pun menghentikan aktivitasnya menyeberangi Kali Mas yang menjadi penghubung Balongbendo Sidoarjo dan Desa Sumberrame, Gresik. 

Menurut Zainul, aktivitas perahu tambang berlangsung hampir setiap hari, mulai dari pagi hingga malam. 

Aktifitas perahu tambang hampir dilakukan setiap hari. Aktifitas itu dimulai sejak pagi hari hingga malam hari. Bila operasi itu dihentikan, warga jadi sulit menyeberang.

"Kebetulan sekarang hari libur. Jadi enggak masalah kalau dihentikan. Tapi untuk besok, warga meminta aktivitas kembali dibuka," katanya.



(RRN)