Cara Pemprov Berdayakan UMKM di Jatim

Amaluddin    •    Kamis, 10 Aug 2017 17:27 WIB
umkmkerja bersama
Cara Pemprov Berdayakan UMKM di Jatim
Wakil Gubernur Saifulllah Yusuf. (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Berbagai cara dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya. Di antaranya memberikan pelatihan kepada pelaku usaha atau calon pelaku usaha.

"Kami juga harus terus mendampingi mereka (pelaku UMKM, red.) agar memiliki kualitas produk yang luar biasa," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, kepada Metrotvnews.com.

Karena itu, kata Gus Ipul, pemerintah harus memberikan pelatihan, membina, membimbing, serta memberikan pendampingan hingga pelaku UMKM sukses. Ada beberapa jenis pelatihan yang akan dberikan pemerintah kepada pelaku UMKM.

Di antaranya adalah pelatihan singkat pengembangan usaha, kemudian terkait permodalan, pemasaran produk, hingga pelatihan manajeman. Pihak yang terlibat memberikan pelatihan antara lain Widya Iswara (dibawah UPT), instruktur dari Dewan Koperasi Wilayah Timur, akademisi dari berbagai kampus di Jatim, kemudian pelaku koperasi maupun UKM.

"Semua produk kita latihkan, termasuk manajeman juga. Kami juga harus membantu mencari jalan keluar jika UMKM mengalami kesulitan, biar masalah yang dihadapi tidak berkelanjutan," kata Gus Ipul.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Mas Purnomo Hadi, menambahkan pelatihan ini diberikan agar para pelaku UMKM di Jatim bisa berkembang. Pelatihan itu dilakukan untuk semua jenis produk, mulai kerajinan tangan, hingga makanan dan minuman. 

"Pesertanya berasal dari pelaku Koperasi dan UMKM, juga ada peserta dari umum. Tapi kebanyakan pesertanya adalah pelaku Koperasi dan UMKM," kata Purnomo.

Setelah mendapat pelatihan pengembangan usaha, pemerintah menyediakan fasilitas gedung galeri hasil produk UMKM untuk disosialikan atau dikenalkan ke masyarakat. Setelah itu, pemerintah menggelar pameran dan pasar rakyat dan misi dagang.

"Baik pasar regional, nasional hingga internasional. Target kami untuk mengenalkan produk asal Jatim melalui Kantor Perwakilan Dagang (KPD) yang tersebar di provinsi di Indonesia, lalu promosi perkenalan dan penjualan, dan tentunya meningkatkan omset usaha itu sendiri," ujarnya.


(ALB)