Gunung Semeru Alami Gempa Letusan dan Guguran

   •    Minggu, 03 Dec 2017 06:53 WIB
gunung berapierupsi gunung
Gunung Semeru Alami Gempa Letusan dan Guguran
Wedhus Gembel Gunung Semeru nampak dari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Foto: Metrotvnews.com

Lumajang: Gunung Semeru, Jawa Timur mengalami aktivitas gempa letusan dan guguran. Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, saat ini aktivitas gunung api itu dalam status waspada.

"Kami menerima laporan setiap harinya dari petugas pos pengamatan gunung api Semeru di Gunung Sawur," kata Wawan seperti yang dilansir dari Antara, Minggu 3 Desember 2017.

Wawan menuturkan, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu mengalami letusan sebanyak satu kali dengan amplitudo 23 milimeter. Durasi letusan terjadi selam 50 detik.

"Lalu gempa guguran sebanyak 25 kali dengan amplitudo 2 hingga 11 berdurasi 30-80 detik, embusan sebanyak delapan kali dengan amplitudo 4-10 milimeter berdurasi 23-88 detik, satu kali gempa vulkanik dalam, dan delapan kali gempa tektonik jauh," tutur dia.

Kesimpulannya, lanjut dia, aktivitas gunung Semeru masuk pada level II atau waspada. Wawan menyarankan agar masyarakat dan pendaki tidak beraktivitas empat kilometer dari puncak Semeru (Mahameru).

"Dengan aktivitas seperti itu, maka dikhawatirkan awan panas bisa terjadi sewaktu-waktu. Ini dapat membahayakan pendaki yang nekat menerobos Mahameru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl tersebut," ujar Wawan.

Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Suparno, gempa letusan atau erupsi yang terjadi merupakan hal yang wajar. aktivitas itu biasa terjadi pada gunung yang masih aktif dengan status waspada.

Ia mengatakan gempa letusan dan guguran lava pijar merupakan karakteristik Gunung Semeru. Suparno meminta masyarakat tetap waspada dan tidak panik.

Sementara itu, BPBD Lumajang mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai Besok Bang, Kembar, Kobokan dan Sungai Besuk Sat untuk terus waspada terhadap bahaya banjir atau lahar dingin ketika di puncak Semeru turun hujan lebat.

 


(SCI)