Kecewa, La Nyalla Mundur dari Penjaringan Cagub Demokrat

Amaluddin    •    Senin, 02 Oct 2017 16:05 WIB
pilgub jatim 2018
Kecewa, La Nyalla Mundur dari Penjaringan Cagub Demokrat
La Nyalla. Antara Foto/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Surabaya: La Nyalla Mahmud Mattalitti memutuskan mundur sebagai kandidat calon gubernur (cagub) dari penjaringan DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Keputusan ini dilakukan La Nyalla karena menilai partai berlambang mercy itu tidak konsisten dalam penjaringan cagub/cawagub yang digelar Demokrat.

"Ini soal komitmen dan kredibilitas dari sebuah proses politik yang seharusnya transparan, akuntabel dan amanah," kata La Nyalla dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 2 Oktober 2017.

Demokrat kembali membuka pendaftaran bakal Cagub yang sebenarnya sudah ditutup beberapa waktu lalu. Karena itu, La Nyalla mengaku kecewa dengan penjaringan tahap kedua.

Ia menilai, Demokrat tidak memberi edukasi politik yang baik ke publik, seiring sikap partai tersebut mengubah-ubah jadwal penjaringan. "Ada kekecewaan bagi saya, karena komitmen waktu pendaftaran yang sudah disepakati bersama dengan calon-calon yang lain tidak sesuai dengan kesepakatan bersama," jelasnya.

Padahal, kata La Nyalla, komitmen itu disampaikan Partai Demokrat di forum resmi maupun pernyataan tertulis resmi yang juga telah diketahui secara luas oleh publik melalui media massa. "Ternyata harapan besar kita bersama untuk mewujudkan proses politik yang jujur, transparan, dan kredibel tidak sejalan dengan keputusan Partai Demokrat yang saya nilai masih jauh dari nilai-nilai komitmen berpolitik secara sehat," ujarnya.

Menurut ketua umum Kadin Jatim itu, perubahan jadwal ini patut disesalkan karena tanpa pemberitahuan kepada calon yang sebelumnya sudah mendaftar secara sungguh-sungguh. "Itu menyalahi fatsun politik yang seharusnya dipahami elite partai. Publik diberi suguhan manuver politik yang tidak elok," ujarnya.

Bagi La Nyalla, proses politik bukan soal menang-kalah atau kuat-lemah dalam konteks kekuasaan. Tapi seyogianya proses yang ditunjukkan para elite partai bisa menunjukkan cara berdemokrasi yang beradab. Publik saat ini membutuhkan keteladanan dari elite dan institusi politik. 

"Untuk itu, dengan kesadaran penuh berlandaskan akal sehat dan tanggung jawab serta komitmen saya untuk masyarakat Jatim, saya mundur dari pendaftaran pencalonan gubernur Jatim dari Partai Demokrat," kata mantan Ketum PSSI itu.


(ALB)