Tunggakan Pembayaran Klaim BPJS di Sumenep Tembus Rp10 Miliar

Rahmatullah    •    Kamis, 23 Nov 2017 13:37 WIB
bpjs kesehatan
Tunggakan Pembayaran Klaim BPJS di Sumenep Tembus Rp10 Miliar
Suasana RSUD dr Moh Anwar Sumenep. Foto: Metrotvnews.com / Rahmatullah

Sumenep: Tunggakan pembiayaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, lebih dari Rp10 miliar. Mujur rumah sakit setempat memiliki dana untuk menalangi biaya pelayanan kesehatan peserta BPJS. Tiap bulan, rata-rata tunggakan tersebut sebesar Rp2,5 miliar.

“Bahkan pernah sampai Rp3 miliar yang tidak terbayar. Semoga segera cair, biar kami bekerja enak,” ungkap Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep, Fitril Akbar, Kamis 23 November 2017.

Fitril menuturkan pembayaran klaim tersebut terlambat sejak bulan Juli. Tapi untuk bulan Juli, hari ini sudah proses pembayaran. Tinggal untuk Agustus, September, Oktober dan November yang belum terbayar. Namun demikian, dia memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal. Dia juga menyebut stok obat masih memadai.


Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep Fitril Akbar. Foto: Metrotvnews.com / Rahmatullah

Dana talangan tersebut, kata Fitril, diambilkan dari biaya rutin atau operasional seperti makanan, listrik dan lainnya. Termasuk yang dijadikan dana talangan adalah dana belanja barang. Dengan model tersebut, sejumlah agenda internal rumah sakit terpaksa ditunda. Tapi Fitril menyebut hal itu tidak menyalahi aturan, terlebih ada skala prioritas yang menjadi pertimbangan.

“Jadi untuk belanja modal selama tiga bulan terpaksa dimundurkan dulu. Kecuali bahan-bahan yang urgen, kita tetap beli,” terang dia.

Baru tahun ini terjadi keterlambatan pembayaran tersebut. Tahun lalu, kata Fitril, lancar-lancar saja. Dia mengaku tidak tahu penyebab hal itu.

Sayangnya Kepala BPJS Sumenep tidak bisa dikonfirmasi. Kata seorang keamanan di kantor BPJS, yang bersangkutan sedang tidak ada di kantor.


(SUR)