Status Gunung Ijen Masih Dievaluasi

Kusbandono    •    Selasa, 27 Mar 2018 17:59 WIB
gas beracungunung ijen
Status Gunung Ijen Masih Dievaluasi
Kawah puncak Gunung Ijen, Bayuwangi, Jawa Timur. (ANT/Budi Candra Setya)

Jember: Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen terus mengevaluasi aktivitas Gunung  Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dengan Bondowoso, Jawa Timur.

"Berdasarkan hasil pengamatan tim yang sudah turun ke lapangan kemarin, tidak terlihat letupan atau bualan yang mengeluarkan gas, namun untuk hari ini tidak bisa terpantau secara visual karena CCTV terhalang kabut," kata Kepala PPGA Ijen Bambang Heri Purwanto di Banyuwangi, Selasa 27 Maret 2018, saat dihubungi Medcom.id melalui selulernya.

Heri menngatakan, pengamatan yang dilakukan oleh Tim Vulkanologi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Lantaran, beber dia, tim harus menunggu hingga aktivitas Gunung Ijen stabil. 

"Kami tetap merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari bibir kawah Gunung Ijen karena berbahaya dan status gunung yang memiliki ketinggian 2.368 mdpl itu masih aktif normal," ujar Heri.

(Baca: Gunung Ijen 3 `Batuk` Sebelum Semburkan Gas Beracun)

Sementara itu Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jember Setyo Utomo mengatakan, sudah menutup jalur pendakian Gunung Ijen sejak Rabu malam, 21 Maret 2018 baik untuk wisatawan maupun para penambang belerang sesuai rekomendasi PVMBG.

"Penutupan pendakian ke Gunung Ijen untuk umum berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan dan kami akan membuka jalur pendakian ketika sudah ada rekomendasi dari PVMBG bahwa aktivitas Gunung Ijen sudah kembali normal," kata Setyo.

Menurut laporan yang diterima KSDA, lanjut dia, kondisi gas karbon dioksida (CO2) yang keluar dari kawah Gunung Ijen berkisar 600-700, padahal batas normalnya yakni 400. Sehingga wisatawan dan penambang belerang dilarang mendekat ke kawah Ijen.

(Baca: Puluhan Warga Keracunan Gas Gunung Kawah Ijen)

"Kami terus melakukan koordinasi dengan PPGA Ijen untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi sehingga hasil koordinasi dan rekomendasi PVMBG bisa menjadi bahan pertimbangan apakah Taman Wisata Alam Ijen bisa dibuka atau tidak," pungkas Setyo.


(LDS)