Pertemuan Pemuda Lintas Agama seperti AYIC Harus Sering Digelar

Nurul Hidayat    •    Sabtu, 28 Oct 2017 13:13 WIB
sumpah pemuda toleransi beragama
Pertemuan Pemuda Lintas Agama seperti AYIC Harus Sering Digelar
Marlou Feer peserta Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 asal Belanda. Foto: MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Peserta antusias mengikuti Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Universitas Persantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur. Mereka bahkan berharap agar kegiatan serupa lebih sering diadakan, baik di kawasan ASEAN maupun skala dunia.

Marlou Feer, peserta asal Belanda menuturkan, dirinya senang mengikuti kegiatan seperti ini. Lewat kegiatan seperti ini dirinya dapat lebih memahami kehidupan bangsa lain. Wanita berparas anggun ini dapat bertukar pendapat dan cerita dari pemuda dengan beragam latar dan identitas.

“Dapat lebih paham, dan lebih bisa berinteraksi dengan pemuda dari bangsa lain. Semoga bisa lebih sering lagi diagendakan acara seperti ini,” ujarnya saat ditemui disela-sela kegiatan AYIC di Ponpes Unipdu Jombang Jawa Timur, Sabtu 28 Oktober 2017.

Menurut perempuan yang sedang menyelesaikan doktoralnya di Indonesia ini, pemilihan pesantren sebagai tuan rumah pelaksanaan AYIC juga dirasa tepat. Lingkungan pesantren dapat mengajarkan kemandirian, toleransi dan interaksi sosial antar masyarakat ke para peserta.

“Pesantren menjadi tempat yang bagus dan bisa mengenal Islam lebih dalam, serta menjadi tempat belajar yang baik,” ujar perempuan mualaf tersebut.

(Baca: 150 Pemuda Ikut Pertemuan Lintas Agama ASEAN di Jombang)

Sebelumnya, Kegiatan Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Universitas Persantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Abdurahman Muhammad Fachri.

Fachri mengatakan alasan pemilihan kabupaten Jombang sebagai tuan rumah pelaksanaan AYIC 2017 karena Jombang yang merupakan kawasan pesantren yang santrinya mencerminkan kehidupan masyarakat indonesia

 


(SUR)