Emil Dardak Nilai Sistem Transportasi Umum di Jatim Perlu Ditata

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 20 Mar 2018 12:16 WIB
pilgub jatim 2018
Emil Dardak Nilai Sistem Transportasi Umum di Jatim Perlu Ditata
Emil Dardak berkomunikasi dengan penumpang bus di Terminal Bungruasih Sidoarjo, Jatim, Senin, 19 Maret 2018, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Transportasi umum tak lepas dari perekonomian rakyat. Menurut calon wakil gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, penataan sistem transportasi dibutuhkan agar penumpang nyaman dan penghasilan sopir tak menurun.

Emil menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Terminal Bungurasih Sidoarjo, Jawa Timur, Senin, 19 Maret 2018. Dalam pertemuan itu, Emil menerima keluhan dari penumpang dan sopir.

"Sekarang sepi, Pak. Harapan saya jumlah penumpang bus kembali ramai seperti dulu," kata Samsul, sopir bus, kepada Emil.


(Emil Dardak berkomunikasi dengan penumpang bus di Terminal Bungurasih Sidoarjo, Senin, 19 Maret 2018, Medcom.id - Hadi)

Emil juga mendapat keluhan dari penumpang. Satu di antaranya, Fatimah, 35, yang mengeluh lantaran angkutan umum lama parkir. Angkutan umum akan berangkat bila penumpang memenuhi moda transportasi tersebut.

"Tunggu jalan angkotnya capai, Mas. Tidak langsung jalan. Mungkin karena penumpangnya sepi," keluh Fatimah.

Fatimah juga berharap pemimpin yang memenangkan Pemilihan Gubernur Jatim 2018 memerhatikan transportasi umum. Sehingga penumpang merasa aman dan nyaman. Tarifnya pun terjangkau. Sehingga, warga pun mau beralih dari kendaraan pribadi ke umum.

Emil mengaku sistem transportasi perlu diperbaiki. Menurut pasangan dari calon gubernur Khofifah Indar Parawansa itu, kenyamanan penumpang dan pendapatan sopir harus tetap mendapat perhatian.

Penanganannya, lanjut Emil, memerlukan koordinasi dari pemerintah provinsi dan kota. Sehingga semua moda transportasi, baik konvensional maupun daring, mendapat penumpang.

"Prinsipnya saya juga mendukung transportasi jasa online dan transportasi umum sehingga sama-sama terakomodir dan memadai. Tata ruang harus lebih banyak diperbaiki. Kita rencanakan, Surabaya, Gersik, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan dan Bangkalan menjadi suatu perencanaan terpadu," tandasnya.  


(RRN)