Polisi Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Desa di Jember

Kusbandono    •    Minggu, 18 Mar 2018 10:33 WIB
kasus korupsi
Polisi Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Desa di Jember
Ambulans desa yang terparkir di kantor Dinkes Kabupaten Jember. Foto: Medcom.id/Kusbandono

Jember: Polda Jawa timur terjunkan Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk menindaklanjuti dugaan korupsi pengadaan ambulans desa. Selain memeriksa kondisi ambulans, tim juga meminta klarifikasi terkait proses pengadaan ratusan‎ mobil ambulans.

“‎Ada laporan yang masuk tentang pengadaan ambulans desa di mana di dalamnya terdapat kerugian negara. Tapi itu baru laporan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 17 Maret 2018.

Tim Tipikor mengecek prosedur pengadaan ambulans desa, mulai dari perencanaan hingga realisasi. Petugas juga memeriksa klasifikasi ambulans.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Siti Nurul Qomariah membenarkan ‎kedatangan tim dari Polda Jatim tersebut. Menurut Nurul kedatangan petugas hanya untuk melakukan klarifikasi.

"Jadi ada pengaduan masyarakat. Tapi arah ke mananya belum jelas, belum tahu kita," kata Nurul.

Nurul mengakui ada beberapa ambulans yang masih terparkir di kantor Dinkes karena dalam proses uji KIR. Namun, Nurul mengaku tak hafal anggaran pengadaan dan jumlah kendaraan yang menganggur.

Pengadaan ambulans desa merupakan realisasi janji kerja Bupati Jember Faida dengan program satu desa satu ambulans. Pemkab Jember berencana mengadakan 248 ambulans, sesuai jumlah desa yang ada di Jember.

Program ini diluncurkan pada 10 November 2017 dengan jumlah 40 ambulans. Pada bulan berikutnya, diluncurkan lagi sebanyak 10 ambulans. Hingga akhir tahun 2017, pengadaan ambulans sudah mencapai 195 ambulans.

Dalam perkembangannya, ratusan ambulans harus 'masuk kandang' karena belum memiliki nomor polisi dan diuji KIR. Kendaraan tersebut sampai saat ini masih terparkir di halaman kantor Dinas Kesehatan Jember.

Pada tahun 2018 ini, Pemkab Jember kembali mengadakan 53 ambulans desa. dengan total anggaran Rp16,81 miliar.

"Terdiri dari 43 unit untuk medan datar sebesar Rp11,61 miliar dan 10 ambulans untuk medan sulit sebesar Rp 5,2 miliar," kata Bupati Faida dalam pidato pengantar nota keuangan dan RAPBD, di gedung DPRD Jember, Selasa 27 Februari lalu.


(SUR)