DPRD bakal Panggil Sekolah yang Keluarkan Siswinya usai Pingsan

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 14 Sep 2016 11:50 WIB
pendidikan
DPRD bakal Panggil Sekolah yang Keluarkan Siswinya usai Pingsan
Ibu Rodiana bersama Regina Milenia Nur Febriati Utomo saat menunjukkan hasil rapor saat bersekolah di SMPN 1 Sukodono, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Anggota DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, menyoroti kejadian yang menimpa seorang siswi SMPN 5. Sejak keluar dari SMPN 5 Sidoarjo, siswi bernama Regina Milenia Nurfebriati Utomo itu tak bisa bersekolah.

Anggota Komisi D yang membidangi pendidikan, Bangun Winarso, mengaku sudah mendapat informasi mengenai Regina. Ia beserta rekannya pun berencana memanggil Kepala SMPN 5 dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo pada Rabu 14 September.

"Kalau memang benar anak itu kelas tiga (XII) SMP, tidak boleh terjadi. Apalagi Sidoarjo mewajibkan anak-anak mendapat pendidikan selama sembilan tahun," kata Bangun kepada Metrotvnews.com.

Bangun menegaskan kewajiban pendidikan sembilan tahun diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sidoarjo.

Lantaran itu, Bangun mengupayakan Regina kembali ke sekolah. Apalagi, Regina kini duduk di bangku kelas XII SMP dan tengah mempersiapkan Ujian Nasional tahun ajaran 2016-2017.

"Kami akan mencarikan solusi. Yang penting anak ini harus kembali sekolah dulu," lanjut Bangun.

Bangun juga menyoroti uang mutasi sebesar Rp10 juta yang diserahkan orangtua Regina pada sekolah. Dalam Undang Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2014, uang tersebut bersifat partisipasi dan tak mengikat.

"Dana partisipasi tidak boleh mengikat, harus sukarela. Mutasi pun juga seperti itu, dari swasta mau pindah ke negeri boleh saja. Karena memang tidak ada aturan yang mengikat terkait sumbangan itu, bahkan Dispendik sudah menghitung operasional anak didik sudah cukup," jelasnya.

Menurut Bangun, Dinas Pendidikan Sidoarjo sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang sekolah menarik sejumlah uang dari orangtua. Bila sudah telanjur menarik uang, pihak sekolah diminta tak membelanjakan dana tersebut.

"Sekarang tidak boleh melakukan pungutan apapun, dan dengan dalih apapun. Adapun, dana partisipasi dari wali siswa yang sudah masuk, saya harap jangan dibelanjakan dulu. Sedangkan yang belum, jangan ditarik dulu sampai ada keputusan lebih lanjut," tandasnya. 

Kemarin, Rodiana mengeluhkan tindakan SMPN 5 yang mengeluarkan putrinya dari sekolah tersebut. Rodiana menduga Kepala SMPN 5 Sidoarjo meminta putrinya mengundurkan diri setelah ia menanyakan uang masuk sekolah senilai Rp10 juta. Rodiana tak menyangka pertanyaan itu membuat kepala sekolah marah.

Baca: Usai Pingsan, Orangtua Mengeluh Putrinya Dikeluarkan dari Sekolah


Kepala SMPN 5 Sidoarjo Achmad Lutfi mengakui seorang siswi keluar dari sekolah pada Agustus 2016. Achmad membantah mengeluarkan siswi bernama Regina Milenia Nurfebriati Utomo itu. Achmad mengatakan Regina keluar atas kemauan orangtuanya. 

Baca: Pihak Sekolah Bantah Keluarkan Siswi setelah Pingsan
 


(RRN)